Thursday, August 26, 2010
Apa Yang Dimaksud Dengan Internet
Lalu apa sich yang dimaksud dengan internet itu? Semua orang pasti sudah tahu apa itu internet, tapi orang tersebut tahu gak dengan pengertian internet tersebut. Orang tahu nya kalo internet itu adalah sarana atau media untuk internetan. Gak nyambung,,,, Apa coba???
Dan, inilah yang penulis sadur dari berbagai sumber tentang pengertian internet. Yuk, sama-sama kita pelajari tentang internet.
A. PENGERTIAN INTERNET
Internet dapat diartikan sebagai jaringan komputer luas dan besar yang mendunia, yaitu menghubungkan pemakai komputer dari suatu negara ke negara lain di seluruh dunia, dimana di dalamnya terdapat berbagai sumber daya informasi dari mulai yang statis hingga yang dinamis dan interaktif.
B. MANFAAT INTERNET
Secara umum ada banyak manfaat yang dapat diperoleh apabila seseorang mempunyai akses ke internet. Berikut ini sebagian dari apa yang tersedia di internet: (1) Informasi untuk kehidupan pribadi : kesehatan, rekreasi, hobby, pengembangan pribadi, rohani, sosial. (2) Informasi untuk kehidupan profesional/pekerja : sains, teknologi, perdagangan, saham, komoditas, berita bisnis, asosiasi profesi, asosiasi bisnis, berbagai forum komunikasi.
Satu hal yang paling menarik ialah keanggotaan internet tidak mengenal batas negara, ras, kelas ekonomi, ideologi atau faktor faktor lain yang biasanya dapat menghambat pertukaran pikiran. Internet adalah suatu komunitas dunia yang sifatnya sangat demokratis serta memiliki kode etik yang dihormati segenap anggotanya. Manfaat internet terutama diperoleh melalui kerjasama antar pribadi atau kelompok tanpa mengenal batas jarak dan waktu.
Untuk lebih meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia, sudah waktunya para profesional Indonesia memanfaatkan jaringan internet dan menjadi bagian dari masyarakat informasi dunia.
C. FASILITAS/LAYANAN PADA INTERNET
1. BROWSING/SURFING :
sebuah layanan pada internet yang berfungsi untuk menampilkan suatu situs/website guna mencari suatu informasi.
Program yang digunakan untuk browsing/surfing adalah Internet Explorer, Mozilla Firefox, Opera, Netscape Navigator.
Untuk melakukan browsing harus mengetik alamat website pada address. Misalnya : www.detik.com, www.rotten. com, www.invir.com, www.puspendik.com, www.plasa.com, www.geocities.com, www.yahoo.com
2. EMAIL (Electronic Mail)
sebuah layanan untuk pengiriman surat elektronik. Untuk mengirim email kita harus mempunyai email (mailbox). Untuk membuat mailbox melalui website tertentu yang menyediakan layanan tersebut. Yahoo.com, plasa.com, telkom.net, doramail.com, dll.
3. MAILING LIST
sering disebut dengan milis, yaitu layanan internet sebagai pengembang an dari email yang difungsikan untuk berdiskusi. Melalui milis kita dapat menyampaikan pengumuman seperti lomba pidato, olimpiade math, science, artikel menarik, dll.
Setiap email yang dikirim akan disampaikan kepada seluruh anggota shg mendapatkan informasi.
Untuk mendapatkan layanan milis kita dapat memanfaatkan fasilitas yang disediakan oleh www.yahoogroups.com
4. INTER RELAY CHAT(CHATTING)
adalah fasilitas yang diguna kan untuk melakukan perbincangan atau bercakap-cakap melalui internet menggunakan teks atau sering disebut dengan chatting.
5. NEWSGROUP
adalah aplikasi internet yang berfungsi untuk berkomunikasi antara satu dgn yg lain guna membahas suatu topik dalam sebuah forum. Grup-grup akan menjadi sarana pertemuan jarak jauh secara elektronik. Contoh : diskusi tentang Indonesia alt.culture.indonesia, soc.culture.indonesia; tentang internet alt.internet; tentang serial tv : alt.tv.x-file, alt.tv.xena, tentang hobi : alt.filateli.rec.collection.stamps
6. FILE TRANSFER PROTOCOL (FTP)
adalah fasilitas untuk mengirim suatu file yang disertakan melalui email. File yang dikirim dapat berupa file naskah (word), gambar, animasi, musik dll.
7. TELECONFERENCE
adalah fasilitas internet yang juga digunakan untuk berbincang-bincang dengan cara yang kompleks yaitu mulai dari suara hingga gambar, shg seolah-olah kita dapat langsung berhadapan dengan lawan bicara. Fasilitas ini merupakan pengembangan dari chatting. Komputer yang digunakan untuk teleconfe-rence harus dilengkapi dengan web camera, sound card, tv tuner, VoIP.
Fasilitas ini sangat cocok untuk melakukan rapat atau perte-muan jarak jauh karena bisa saling memandang dan mendengar secara langsung.
8. INTERNET TELEPHONY
yaitu fasilitas untuk berkomunikasi dgn suara melalui internet menggunakan pesawat telepon. Pulsa yang dibayar sama dengan pulsa internet walapun dilakukan secara SLJJ atau SLI. Software yang digunakan untuk telephony adalah Net2phone, buddytalk, media ring talk dll.
9. INTERNET FAX
Internet juga dapat digunakan untuk mengirim faximili yang secara umum dilakukan melalui mesin faksimili. Biaya yang dibebankan adalah biaya lokal atau sama dengan internet. Fasilitas ini sangat mempermudah para sekretaris perusahaan untuk mengirim faksimili dalam jumlah yang banyak.
Friday, August 20, 2010
About Me (Part II)
Oh iya, klo ga salah postingan yang lalu itu kita dah nyampe ke sub judul Masa Kecil Yang Bahagia, ya,,, Oke, sekarang kita lanjut cerita nya. Silahkan buka bukunya, hehe...
Setelah gue keluar dari SDN Panyabrangan yang baru aja duduk di kelas III, gue beserta keluarga pindah ke Jakarta. Ismi Saba Kota bung! Gue ikut pergi ke Jakarta coz tempat bokap gue kerja dah pindah ke sono. Jadi, mo gak mo kami semua ikut sang Ayah tercinta ke Jakarta.
Di Jakarta, orangtua gue nemu tempat buat tempat tinggal sementara. Berada di pinggiran kota tepatnya di bilangan Jatibening, kami semua menempati sebuah ruangan yang agak lumayan mewah (bagi orang kampung yang saba kota, cukup lumayan lah!!!). Katanya sech, rumah dinas. Padahal mah, kontrakan. Hehe....
Mengingat orangtua gue yang mempunyai prinsip "Ilmu Lebih Penting Dibandingkan Segalanya", akhirnya gue di sekolahkan di sebuah madrasah ibtidaiyah yang sederajat dengan sekolah dasar. (Sorry, bukan maksud tuk melupakan, tapi gue lupa nama institusinya paan. Maaf buat Bpk&Ibu Guru, yang pasti jasa-jasa mu kan terkenang slalu). Gue langsung meneruskan program studi gue dan langsung di tempatkan di kelas IV. Akhirnya, di tempat inilah gue mengenal apa itu pacaran. Padahal belum ngarti, pa itu pacaran. Tapi yang pasti, saat itu kami menikmati hubungan yang gazebo itu.
So Beatiful Girl...
Lucu yupz, padahal umur belum seberapa waktu itu, tapi dah mengenal kata-kata pacaran. Sebenarnya sech bukan pacaran, cuma sebuah hubungan yang atas dasar di ojok-ojok ma temen-temen. Yaaa, namanya juga anak ingusan yang masih bau kencur. Baru di olok-olok aja ma temen-temen sekelas, dah ke-geer-an. Dan si dia pun sama. Akhirnya, kita berdua jadi bahan olok-olokan di kelas tersebut.
Namanya adalah Zumaroh. Cewek asli pribumi yang cantik jelita. Selain pintar + cantik, doi ternyata adalah saudara deketnya yang punya rumah kontrakan keluarga gue. Sedangkan keluarga gue sama keluarga yang punya rumah kontrakan deket banget, dah kayak saudara deket aja. Udah dech, tambah aja kami berdua jadi bahan olok-olokan. Baik di sekolah, maupun di sekitar rumah. Hampir satu tahun kami menjalani hubungan yang gazebo dan yang pasti selama satu tahun pula kami jadi bahan olok-olokan teman-teman.
Sampai suatu saat, tepat di penghujung tahun pelajaran, bokap gue dipindahkan lagi tempat kerjanya. Kali ini dipindahkan agak jauh. Jauh ke timur pulau Jawa. Yupz, ke Jawa Timur. Tepatnya ke Madiun. Lucunya adalah, sicewekyangberstatushubungangazeboitu sedih dan merasa kehilangan setelah tahu kalo gue sekeluarga mo pindah ke Madiun. Sampai-sampai di kirim surat waktu gue mo berangkat. Sesampainya di Madiun pun sicewekyangberstatushubungangazeboitu lagi-lagi kirim surat perihal keadaan gue di sana. Mang sech, sesampainya di sana keluarga gue langsung kirim surat ke Jakarta. Kan dianggapnya dah kayak saudara sendiri aja, mangkannya orangtua gue kirim surat perihal kedatangan kami di Madiun. Lucu yupz, tapi romantis hehe....
Saturday, August 14, 2010
Monyet Merindukan Cinta
Jadi gini... Pernah gak sech loe2 semua ngerasain apa yang namanya Cinta MONYET??? Perasaan loe gimana waktu ngerasain asyiknya berpetualang bersama Cinta MONYET!!! Dalam perjalanan hidup anak manusia, pasti pernah mengalami apa itu cinta monyet. Kalo ada yang nanya, apa sech cinta monyet itu? Banyak orang yang bilang kalo cinta monyet itu adalah perasaan suka/jatuh cinta saat remaja atau bahkan saat anak-anak. Cuma gitu doank?!!
Cinta monyet ini sebenarnya hanya sebuah sindiran yang digunakan untuk seseorang yang kurang mencintai pasangannya. Tidak peduli tentang tips cinta, seks bebas atau bahkan dunia. Yang penting hanya jatuh cinta dan menikmati rayuan gombal yang terucap. Jatuh cinta sesaat dan kurang begitu mencintai pasangan lengkapnya. (mungkin begitu yang penulis jabarkan tentang arti cinta monyet).
Namun begitu, asyiknya gaya bercinta ala cinta monyet adalah kita cuma punya satu rasa. Cinta. That's All. Gak kayak gaya bercintanya anak2 yang sudah dewasa yang selalu menuntut kepada pasangannya untuk mau melakukan ini, melakukan itu, harus mau di-gini, harus mau di-gitu, dsb. Intinya adalah, cuma cinta yang ada, gak pake NAFSU.
Karena satu-satunya cinta abadi di dunia hanya milik ibu kepada anaknya.
Thursday, August 12, 2010
About Me (Part I)
Bukan sok artis, apalagi sok puitis, yg pasti gue pengen semua orang tau tentang gue. Biar semua orang tau gue kalo gue gak semudah yang mereka kira.
Dan... Inilah gue...
Gue lahir dari keluarga yang berkecukupan. Maksudnya, CUKUP menderita, CUKUP sengsara, CUKUP susah, dan CUKUP!!! Gue gak mo ngomongnya lagi... Gue lahir dari pasangan yang mantab punya bro. Turunan Timur-Tengah. (Mak nye Jawa Timur, bapak nye Jawa Tengah). Bo'ong dik...
Mak & Bapak gue ASLI orang BANTEN. Jadi gini-gini dalam darah gue mengalir darah ke-BANTEN-an. Mak gue yang asli keturunan Banten bernama Tatu Jumiati, adalah seorang yang biasa-biasa aja. Gak ada yang istimewa. Bapak gue, yg juga keturunan Banten, bernama Johar juga orang yang biasa-biasa aja. Sekali lagi, gak ada yang istimewa dalam darah keluarga gue. Hanya manusia biasa.
Masa Kecil yang Bahagia.
Setelah gue lahir dan dibesarkan oleh ortu di dunia ini, gue disekolahkan ke TK Sejahtera, di Pamarayan. My Play Group Favourite. Kira-kira umur gue baru sekitar 6 tahunan. Selama 1 thn gue ditempa di sekolah ini. Masa kecil yang bahagia gue dapatkan di sekolah ini. Gue bisa bermain, bercanda ria bersama teman-teman yang penuh dgn ke-UDIK-an di dalamnya. Pokoknya, gue hidup selayaknya anak kecil pada masa itu. Waktu itu, selain sekolah di TK Sejahtera Pamarayan gue juga sekolah agama di kampung gue.
Jadi, pagi gue menimba ilmu (padahal blm tau apa yg di timbanya) di TK Sejahtera Pamarayan, siangnya gue langsung menimba ilmu lagi (yg lagi2 gak tau apa yg di timbanya) di sekolah madrasah. Terus seperti itu sampai gue berumur 7 tahunan.
Lulus dengan prestasi Cum Laude di TK Sejahtera (narsis dikit hehe...) gue langsung disekolahkan ke SDN Panyabrangan. Dengan gaya tahun 90-an, gue yang anak biasa2 aja berangkat pergi ke sekolah dengan super pede yang abizzz. Oh iya lupa, sedikit perlu diketahui kalo gue orangnya pede-an. Berbeda dengan kebanyakan orang yang menghabiskan waktu pendidikan di sekolah dasar selama 6 tahun, gue cuma menghabiskan waktu 3 tahun untuk bisa keluar dari SDN Panyabrangan. Bukan karena gue di DO, apalagi gak naik2 kelas. Tapi karena mang IQ gue nya aja yang di atas rata2. Bo'ong lagi dik, hehe...
Wednesday, August 11, 2010
Marhabban Yaa Ramadhan
Kami, segenap kru www.burusutz.co.cc (walau cuma 1 org aja.....) mengucapkan :
Saturday, August 7, 2010
Apa Artinya Cinta?
Hati mu bergetar
Suara mu bagai tersangkut di tenggorokan
Itu bukan "cinta" melainkan "suka"
Bila kamu berkata padanya bahwa dia satu-satunya
Itu bukan "cinta" melainkan "gombal"
Bila kamu suka dia
Karena dia slalu menemani mu
Itu bukan "cinta" melainkan "kesepian"
Bila kamu menerima dia
Karna takut dia sakit hati
Itu bukan "cinta" melainkan "kasihan"
Lalu apa itu CINTA.....????
Cinta adalah pengorbanan.
Mencintai berarti memberi.
Cinta adalah kematian atas egoisme
Mencintai berarti menerima apa adanya tanpa syarat
Memang menyakitkan
Tapi itu adalah harga yang harus di bayar untuk "CINTA"
(by: obetz thea)
Wednesday, August 4, 2010
Guru Honor JUGA Manusia, Ingin Hidup Layak.
Sebagai guru swasta penulis sangat merasakan bagaimana pengorbanan mereka kurang mendapat penghargaan dari pemerintah. Meski penulis sendiri adalah guru swasta yang berstatus karyawan tetap Yayasan, tapi penulis menyadari bahwa untuk memperoleh gaji/honor sesuai Kepres No 101 tahun 2000 yang mengatur tunjangan tenaga kependidikan yang disesuaikan dengan pangkat dan golongannya, di mana semakin lama dan semakin tinggi pangkat serta golongan dari guru tetap semakin besar pula jumlah penghasilan yang diterima, merupakan upaya yang berat dilakukan oleh yayasan sekolah swasta.
Sebab ”kehidupan” sekolah swasta tergantung pada jumlah murid. Dan kenyataanya sekolah swasta semakin lama kurang diminati sehingga antara kapasitas kelas, guru dan karyawan tidak sebanding dengan jumlah murid. Solusi semakin mengenaskan bagi guru swasta saat pihak Yayasan menutup sekolah.
Penulis memaklumi bahwa, bila guru swasta menuntut kesetaraan gaji tentunya beban siswa dan orangtua semakin berat. Karena sekolah swasta sebagian besar dana operasional (gaji, pengadaan KBM, sarana prasarana, infrastruktur dan suprastruktur) merupakan tanggung jawab dari siswa dan orangtua melalui pembayaran sekolah.
Guru swastapun menyadari bahwa lebih dari 80 persen sekolah swasta “dihuni” oleh siswa dari golongan ekonomi menengah ke bawah. Itu sudah menjadi stigma bahwa sekolah swasta lebih berpihak pada kaum miskin baik finansial maupun sumber dayanya.
Maka ketika muncul “kabar gembira” bahwa mulai tahun 2009 gaji guru dan dosen PNS akan naik rata-rata 14 persen per bulan, tak sedikit pun menyentuh nasib guru swasta. Gaji guru dengan pangkat terendah akan bergaji minimal Rp 2 juta. Kepastian ini sebagai konsekuensi meningkatnya anggaran pendidikan yang mencapai Rp 46,1 triliun atau 20 persen dari APBD 2009 (Joglosemar, 10/9/08).
Fenomena itu menjadikan keterpurukan nasib guru swasta apalagi yang berstatus GTT dan honorer menjadi lengkap. Nasib guru antarsekolah memang tidak sama. Karena kebijakan sekolah/Yayasan sangat tergantung dengan policy yang telah menjadi aturan baku. Seperti di sekolah tempat mengajar penulis, seorang guru tidak tetap (GTT) tetap diikutsertakan dalam bentuk pendampingan kegiatan siswa di sekolah. Demikian pula seorang GTT pun dilibatkan untuk masuk dalam kepanitiaan kegiatan sekolah (Panitia Ujian/Ulangan Umum) serta mendapat tunjangan lain yang sama dengan guru tetap (tunjangan akhir tahun, tunjangan hari raya) kecuali gaji pokok.
Uang Pensiun
Saatnya segala darma bakti, pengabdian, loyalitas, dedikasi, profesionalitas diberi award (penghargaan) kepada guru swasta secara semestinya. Meski Pemerintah sendiri juga mengapresiasi dengan menaikkan gaji guru nonPNS (swasta) mulai tahun 2009. Dengan penyaluran dana gaji tersebut melalui Depdiknas, Departemen Agama, Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK). Untuk tunjangan subsidi fungsional guru belum sarjana sebesar Rp 50.000 dan yang sarjana sebesar Rp 100.000 per bulan (Joglosemar, 10/9/08).
Sebab di hadapan siswa dan orangtua antara “guru swasta” tiada beda, tapi bila melihat hak dan kewajibannya sering tercipta sebuah kesenjangan yang mencolok. Saatnya Pemerintah untuk berniat baik dengan secara sungguh memperhatikan nasib guru swasta.
Guru swasta juga guru profesional. Apa yang menjadi tanggung jawabnya mencerdaskan anak bangsa menjadi kewajiban semua tanpa pilih-pilih. Begitu juga yang menjadi tanggung jawabnya. Kualitas “pemahaman akan materi yang diajarkannya” dan “kemampuan mereka menyadari apa yang mereka ketahui” (Peterson dan Comeauz, 1989).
Penulis dan teman-teman sesama guru di sekolah swasta bahkan berangan-angan bila pemerintah mau mengangkat semua “guru swasta” untuk diangkat jadi PNS. Bisa dibatasi dengan usia minimal 45 tahun (berarti sudah mengabdi 25 tahun) menjadi guru. Dari sini pemerintah hanya menghargai sesuai golongan dan pangkat terbaru sesuai ijazah saat pengangkatan.
Dari sini penulis yakin bahwa para guru swasta akan semakin tenang hidupnya. Karena ada harapan mendapat uang pensiun meski sedikit karena masa kerja jadi PNS maksimal hanya 10 tahun (bila usia 55 tahun purnatugas). Jaminan ketenangan, kenyamanan dan kedamaian kerja inilah yang diharapkan. Sehingga seorang guru swasta tidak akan nyambi lagi menjadi tukang ojek, tukang rosok, tukang sayur, ngajar sana-sini guna mengejar “setoran” untuk hidup.
Harapan guru swasta untuk menjadi PNS tidak hanya angan-angan. Realitanya untuk menjadi PNS (memang) selalu tipis. Karena berdasar PP nomor 11 tahun 2002 tanggal 17 Juni 2002 dan Keputusan Ka BKN Nomor 35 tahun 2004 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan PNS 2004 bahwa standar maksimal usia untuk menjadi PNS adalah 35 tahun. Meski syarat tersebut diperlunak dengan batas maksimal usia 45 tahun dan pernah menjadi guru sedikitnya sepuluh tahun. Pengorbanan guru swasta selama ini butuh penghargaan pula.
Mengutip pendapat Woolfolk (2004) dalam bukunya Educational Psychology, guru profesional tidak hanya memahami materi yang mereka ajarkan melainkan mereka juga tahu menghubungkan setiap materi dengan konteks kehidupan sehari-hari, serta mengetahui bagaimana membuat peserta didik tetap aktif dan bersemangat untuk belajar. Tentu ini butuh sebuah pengalaman yang lebih.
Sudah saatnya Pemerintah berkeadilan dalam memberikan kesejahteraan kepada guru baik yang berstatus PNS maupun swasta. Memang untuk memenuhi “kekurangan” guru PNS perlu prasyarat khusus. Pada Pasal 1 Ayat 2 Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No 123/U/2001 tentang Pedoman Pengangkatan Guru, bahwa pengangkatan guru dilakukan secara kompetitif dan terbuka dengan tidak membedakan suku, agama, asal usul daerah, jenis kelamin dan golongan.
Masalah Dalam Masalah. Problem!
Kehidupan ini penuh dengan masalah baik masalah bersama maupun pribadi. Setiap orang mencari penyelesaian masalah dengan berbagai cara. Namun masalah tetap tinggal sebagai masalah dan tidak ada jawaban. Adakah jalan yang mampu menghantar kita bebas dari masalah sehari-hari? Mungkinkan menjalani kehidupan tanpa masalah sedikitpun?
Pikiran yang mencari Solusi Masalah adalah Masalahnya
Kita sudah terbiasa menggunakan pikiran untuk menghadapi masalah. Ketika masalah datang, kita menganalisa, membanding-bandingkan, mencari sebab-musabnya, menilai, dan menarik kesimpulan. Kenyataannya, jawaban intelek terhadap masalah tidak menyelesaikan masalah. Meskipun kita canggih secara intelektual, kita menyaksikan tiada hari tanpa deraan masalah. Hidup harian menjadi kisah perjuangan yang melelahkan dan tak bermakna kecuali hanya untuk bertahan hidup.
Orang bisa berganti-ganti ideologi atau agama, tetapi masalah tetap ada. Orang bisa memperbanyak doa, merenungkan Kitab Suci, menjalani ritual dan laku amal, namun masalah tetap bercokol. Orang lari kepada guru-guru spiritual atau dukun dan berpikir mereka bisa melenyapkan masalah. Selama semua itu hanya menjadi pelarian dari fakta-fakta kehidupan, bebasnya diri dari masalah hanya tinggal sebagai impian kosong.
Sistem pemikiran apapun tidak mampu menuntaskan masalah, namun orang terus menggunakan pikiran untuk memecahkan masalah. Pikiran buruk yang datang biasanya dilawan dengan pikiran yang baik. Orang suka menghafal dan mengingat-ingat teori-teori tertentu, nasehat-nasehat bijak, teks-teks suci atau rumus-rumus doa tertentu. Namun itu semua tidak membuat orang bebas dari masalah.
Orang tahu bahwa menyakiti orang lain itu jahat, namun orang tetap saja melakukannya. Orang tahu mencuri itu tindakan yang buruk, namun orang tidak berhenti mencuri. Orang tahu kegelisahan dan kekawatiran itu tidak ada gunanya, tetapi pengetahuan itu tidak mampu mengenyahkan kekhawatiran dan kegelisahan. Pengetahuan atau pikiran yang baik barangkali bisa mengurangi beban yang ditimbulkan oleh masalah, namun tidak mempunyai kekuatan untuk menghabisi akar masalahnya.
Masalah muncul karena adanya gerak pikiran. Pikiran sebaik apapun juga tidak akan membebaskan diri dari masalah karena gerak pikiran adalah akar masalahnya. Di sana ada ketakutan terhadap fakta kehidupan, keserakahan, pengejaran, keakuan, harapan, keinginan atau ambisi, pelarian, dst. Semua itu adalah gerak pikiran yang adalah gerak keakuan itu sendiri. Jadi pengetahuan atau pikiran secanggih apapun tidak akan mampu memberi solusi masalah dan gerak mencari solusi masalah menciptakan masalah baru.
Upaya untuk keluar dari masalah dengan cara apapun menimbulkan masalah baru. Alih-alih mencari solusi masalah, lebih bermakna memahami masalahnya apa adanya. Lebih membantu membongkar setiap pertanyaan dan menyelidikinya tanpa ambisi mencari jawaban atas masalah.
Jawaban atas Masalah sudah Ada dalam Masalahnya
Untuk memahami masalah, mutlak perlu mengenal diri karena diri adalah akar segala masalah. Apa yang disebut diri? Diri adalah akumulasi dari pengetahuan, pengalaman, pikiran, perasaan, rekasi-reaksi batin, kesadaran, kenikmatan, kesenangan, kepahitan, ketakutan, kegelisahan, kemalasan, keragu-raguan, rasa memiliki, ketakutan, kemelekatan, pelarian, dst. Selama diri ada, di sana ada masalah. Setiap gerak batin adalah bagian dari keakuan dan itu adalah akar masalahnya. Kalau diri berakhir, maka masalah juga akan berakhir dengan sendirinya. Dan tidak ada jalan untuk membiarkan diri ini berakhir kecuali lewat pengamatan terhadap gerak diri terus-menerus apa adanya.
Diri kita ini terkondisi. Semua pikiran untuk memahami keterkondisian ini selalu tidak lengkap karena pikiran tidak berbeda dari diri yang terkondisi. Pikiran baik tidak mampu menghabisi kelekatan diri terhadap keburukan atau kebaikan. Upaya untuk tidak melekat pada sesuatu adalah gerak yang sama untuk melekat pada sesuatu yang lain. Gerak keakuan yang mengingini dan mengejar sesuatu masih tetap ada.
Kita selalu berfungsi di dalam lingkup batin yang terkondisi. Namun pengamatan atau kesadaran terus-menerus atas keterkondisian kita membuat kita bebas. Kesadaran murni membuat masalah yang akarnya adalah diri ini berhenti. Dalam beberapa detik atau menit, kita mengalami kebebasan. Di sana tidak ada lagi keakuan, kelekatan, keinginan, dst. Setelah itu gerak pikiran datang lagi. Kalau kita sadari saat itu pula, maka pikiran berhenti. Begitulah kita mengalami kebebasaan sesaat yang disusul oleh gerak pikiran; ketika pikiran disadari pada saat kemunculannya, pikiran berhenti. Demikian proses ini terus berlanjut.
Pikiran kita ini licin bagaikan belut dan cerdik bagaikan ular. Ia mudah membawa kita berlari dari fakta-fakta kehidupan. Kesedihan, luka, kenikmatan, kepahitan, dst bukanlah masalah melainkan fakta kehidupan yang kita kenal. Saat pikiran bergerak untuk mendorong kita menolak atau menerima, melekat atau lari daripadanya, fakta kehidupan itu berubah menjadi masalah. Pikiran menciptakan masalah dan dengan pikiran yang sama kita mencari penyelesaian masalah.