Wednesday, March 16, 2016
Teknik Audit (Prof. Purwanto)
Nah, berikut saya kasih bahan untuk dijadikan referensi bagi kalian yang 'ditunjuk' untuk jadi auditor di instansi kalian. Bahan inipun saya dapet dari halaman sebelah, jadi hanya bantu share (saya juga masih belajar jadi seorang audit). Walaupun begitu, Insya Allah bahan materi tersebut tidak sedikitpun saya ubah, masih sesuai dengan aslinya (milik asli Prof. Purwanto).
Audit dilakukan untuk mengontrol alur proses kerja yang sudah ada di instansi tersebut. Bukan mencari 'borok' suatu pekerjaan, tapi lebih ke mengarahkan kembali ke alur proses kerja yang sudah disepakati. Bingung khan?!! Saya juga bingung maksudnya kemana.
Oke, kita bikin contoh kasus sederhana (CMIIW*) :
"Setiap hari Si Udin pergi ke sekolah dari rumah melalui Jln. Ir. Soekarno menggunakan sepeda"
Penjelasannya adalah (CWIIW*) :
Kegiatan Si Udin diatas adalah suatu proses kerja; pergi ke sekolah.
Tujuan pekerjaannya adalah : sekolahan.
Penunjang pekerjaannya adalah : sepeda
Alur proses kerjanya adalah : melalui Jln. Ir. Soekarno
Maka, tugas seorang audit (auditor) adalah : memastikan bahwa Si Udin pergi ke sekolah menggunakan sepeda melalui Jln. Ir. Soekarno. Auditor memastikan bahwa yang digunakan Si Udin untuk berangkat ke sekolah setiap hari adalah benar sepeda, tidak menggunakan sepeda motor, mobil, atau nebeng ke teman. Auditor juga memastikan bahwa Si Udin pergi ke sekolah menggunakan sepeda melalui Jln. Ir. Soekarno, tidak melalui jalan lain, gang sempit, atau jalan tikus.
Apabila menemukan hal tersebut (menggunakan sepeda motor, mobil, nebeng ke teman, atau melalui jalan lain, gang sempit, atau jalan tikus) istilahnya adalah Temuan atau Ketidaksesuaian. Temuan/Ketidaksesuaian itu yang nantinya akan diluruskan kembali oleh seorang auditor.
Kurang lebih seperti itu, mohon diluruskan apabila penjelasan saya salah. (*CMIIW : Correct Me If I'm Wrong)
Langsung saja, berikut link nya :
=== DOWNLOAD ===
Tuesday, March 15, 2016
Putih Abu-Abu (Part III)
Monday, March 14, 2016
Fanpage
Karena Nama Adalah Do'a
Prakata :
Oke, jadi gini. Sebenarnya ini adalah tulisan yang harus di posting awal Februari 2016 lalu. Tapi karena ada kesalahan pada gadget gua akhirnya postingan ini hanya jadi draft doang (sekedar info, kalo selama ini gua ngelola blog ini hanya bermodalkan gadget Sony Xperia C3 sama koneksi internet yang-kadang-minta-thatering-gratisan). Gua bingung, antara gua yang pandai pake phone secara pintar (smartphone) atau gua lagi nyombong yaa...
***
Alhamdulillah, puji syukur kehadirat Allah SWT atas berkah, rahmah, dan hidayah-Nya saya masih bisa diberi kesempatan untuk menjaga amanat-Nya yang paling berharga. Untuk menjaga titipan-Nya yang paling mulia. Untuk mendidik amanat dan titipan tersebut agar menjadi manusia yang berbakti, berguna, dan berbudi luhur.
Hari senin pagi di awal bulan Februari telah lahir bidadari kecil di tengah keluarga kami. Bidadari itu saya beri nama: Riani Mutia Azzahra
Arti dari nama tersebut adalah;
Riani = ceria
Mutia = taat
Azzahra = suci
Jadi, secara bahasa artinya adalah anak ceria, taat, dan suci. Namun secara istilah, artinya adalah:
Semoga menjadi anak perempuan yang selalu ceria, taat (pada perintah kedua orangtua dan perintah agama), serta suci.
Amiin, yaa rabbal alamin.
Thursday, March 10, 2016
Putih Abu-Abu (Part II)
Kata orang, kisah yang paling indah adalah kisah kasih di sekolah. Tepatnya ketika kita berseragam putih abu-abu. Katanya lagi, masa-masa ketika berseragam putih abu-abu adalah masa untuk penjajakan jati diri kita. Mau kemana dan seperti apa kelak, di masa putih abu-abu lah hal tersebut dimulai.
Memang begitu adanya, gua pun sependapat dengan tulisan di atas.
"Yaa iya lah, itu kan tulisan loe sendiri. Masa iya loe ragu sama buah pemikiran loe sendiri", sisi gua satunya ikutan ngomong. Gak tau sisi sebelah mana.
Oke, kita kembali ke pokok bahasan. Oh iya, sedikit bocoran perihal pokok bahasan tulisan ini biar kalian gak borring bacanya. Tulisan ini akan ngebahas perihal cerita gua waktu gua masih berseragam putih abu-abu di SMA Negeri 1 PAMARAYAN. Angkatan gua nyebutnya SMA N1PAM. Tapi, sekarang-sekarang sebutannya udah beda. Ada yang nyebut SMAPA, ada juga yang nyebut SMANSA. Tapi walaupun banyak nama, kita tetap satu almamater; SMA N 1 Pamarayan.
Waktu itu, sekolahan gua termasuk sekolahan tingkat SMA baru di daerah gua. Kelasnya pun masih numpang di sekolahan orang. Angkatan pertama, kedua, dan ketiga, tidak banyak masing-masing kelas lokalnya. Paling banyak tiga lokal setiap masing-masing angkatan. Murid dalam satu lokal nya pun kurang lebih 20 orang. Pas angkatan gua, baru deh mulai banyak. Lumayan banyak siswa siswinya. Ampe lima lokal dalam satu angkatan. Gua kebagian di kelas 1 lokal 5 atau Kelas Salim alias Satu Lima.
Kelas gua, muridnya lumayan banyak. Kurang lebih 45 orang. Campuran dari berbagai suku, ras, dan bahasa. Ada yang dari suku rorombeheun, suku kapalan, suku cantengan, dan suku kasura. Ras nya pun gak kalah seru, ada yang dari ras a yang dulu pernah hilang ampe dari ras ain loe. Belum lagi dari sisi bahasa murid-murid yang ada di Kelas Salim. Ada yang berbahasa tubuh, bahasa kalbu, dan bahasa binatang.
"Banyak cerita yang mestinya kau saksikan, sayang engkau tak duduk di sampingku kawan..." Nyanyi dulu sambil ngelamun (jorok) biar dapet ide.
Setahun kami menimba ilmu di kelas salim. Kayak lirik lagunya Asep Irama yang berjudul Bergadang 4 diatas, banyak cerita yang kami lalui. Seperti umumnya anak remaja usia muda kelas satu SMA, kisah dan ceritanya gak jauh dari masalah cinta, pertemanan, kenakalan remaja level awal, dan sikap selalu ingin tahu.
Gua, juga sama. Sama seperti hal nya orang-orang yang waktu itu masih duduk di bangku SMA kelas 1. Setahun di kelas salim, gua akhirnya tahu kalo asep rokok gak ada rasanya tapi tetep aja di isep. Setahun di kelas salim, gua akhirnya tahu kalau berantem (lebih tepatnya: digebukin) itu sakit banget rasanya. Setahun di kelas salim, gua juga baru tahu kalau wanita lagi dapet 'tamu bulanan' itu marahnya bisa ampe nyakar-nyakar tembok kayak kucing baru bangun tidur.
Tapi, itu lah asiknya remaja. Semua di lewatin hanya dengan senyum tawa dan canda. Gak pake mikir besok masih bisa makan apa enggak. Gak pake mikir biaya sehari-hari anak bini. Gak pake mikir kayak gua sekarang, mikir gimana lanjutin cerita ini kayak apaan dan gimana ending nya.
Tahun berikutnya, SMAPA tambah banyak lagi muridnya. Adik kelas gua aja ampe 6 lokal. Tahun ke dua di SMA N1PAM, gua kebagian di kelas 2 lokal 1. Kami menyebutnya Kelas Watoe alias Kelas Dua Satu. Di kelas ini banyak banget perubahan suasananya. Kalau setahun di Salim ketemu sama orang-orang dari berbagai suku, ras, dan bahasa, di Watoe banyak banget perubahannya. Semua murid di acak di masing-masing kelas.
*** cerita nya bersambung dulu ya. Gua udah mulai gak konek nyari cerita selanjutnya. Gua buru-buru nih, mo war dulu. Maklum, COCkers
Wednesday, March 9, 2016
Keagungan Tuhan
Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu Akbar.
Hari ini, kita telah menjadi saksi salah satu keagungan Tuhan Yang Esa, Allah SWT. Terjadi sebuah fenomena alam yang sangat luar biasa yang terjadi 33 tahun sekali. Gerhana Matahari Total.
Gerhana matahari terjadi karena bulan berada tepat/sejajar antara bumi dan matahari, sehingga cahaya matahari terhalang oleh bulan.
Postingan ini tidak mengulas secara lengkap ihwal gerhana matahari tersebut. Hanya sebagai pengingat bahwa kita adalah hamba-Nya yang tidak ada hal dan patut kita sombongkan.
Semoga, dengan terjadinya fenomena tersebut dapat menambah keimanan dan ketakwaan kita kepada Sang Pencipta, Allah SWT.
** tulisan di atas termotivasi atas postingan salah satu teman facebook saya
Monday, March 7, 2016
Permainan (yang mungkin) Sudah Punah
Sekarang ini, permainan sungguh banyak banget pilihannya. Tinggal cari, klik, dan jadian. Mulai dari game yang online, ampe game yang offline, tinggal pilih di pl**store. Yang penting, modalnya adalah: harus punya gadget.
Bagi yang gak punya gadget pun, bisa. Bisa ikutan gila. Gila game. Caranya, tinggal jadi babi ngepet biar dapet uang banyak, terus uangnya buat pake sewa warnet. Di warnet, tinggal pilih game online sesuai selera. Pokoknya buannyyyaaaakkkk...
* * *
Bagi kita yang lahir (mungkin) dibelakang tahun 2000an, permainan kayak gitu (game online/offline yang ada di gadget atau warnet) belum ada. Paling jago maen tetris di gameboy. Itu pun dapet minjem dari temen. Abis gitu, tampilan layarnya udah rada-rada buyar karena baterai nya udah mulai lowbet.
Tapi, jauh sebelum itu, sebenarnya kita yang lahir (mungkin) dibelakang tahun 2000an, permainan buat anak-anak buaannnyyyakkk banget. Gak harus punya gadget. Gak harus juga sewa warnet. Modalnya, cuma kuat. Kuat cape.
Seperti gambar dibawah, temen gua nge-post di efbi perihal macam-macam permainan. Permainan tersebut gak bakalan ada di pl**store. Tapi, permainan tersebut sangat eksis bagi kita yang lahir (mungkin) dibelakang tahun 2000an. Eksis abis.
Dari sekian banyak permainan yang pernah kita mainkan pada masa jayanya, permainan pavorit (maklum, ga bisa ngomong ef) apa yang kalian pengen mainin lagi sama teman-teman sepermainan?
Thursday, March 3, 2016
Koala (tidak) Kumal
Rasanya pasti senang banget kalau apa yang kita kerjakan selesai sudah. Apalagi dengan hasil yang memuaskan, walaupun hasil memuaskan tersebut menurut versi diri sendiri. Tapi, memang begitulah rasanya.
Ibarat perut yang sudah mules banget pengen boker terus lari-lari nyari WC. Pas ketemu WC dan air nya gak ada, rasanya nyesek banget. Dan kalau dikehidupan itu disebut rintangan. Hidup gak sesuai dengan ekspektasi. Tapi pas ketemu sama WC yang udah ready nunggu di bokerin oleh kita, seperti itulah rasanya kerja selesai dengan hasil muaskan.
Pluuuung.... Not plooooong.
Ini lagi ngomongin rasanya mules pengen boker atau ngomongin apa sih???
Ini lagi ngomongin blog gua yang berubah tampilan. Ibarat kepompong, blog gua sekarang sudah berubah jadi kupu-kupu. Terus kupu-kupu nya terbang, ninggalin blog ini sendiri. Sepi lagi deh gak ada yang mampir. Jumlah pengunjungnya aja gak naek-naek, masih di angka 300an mulu. Itupun karena gua yang suka bolak balik buka blog gua sendiri.
Tapi, dibalik sepinya blog gua, gua banyak belajar. Kenapa blog gua pengunjungnya sepi banget??? Gak kayak blog nya orang-orang, total pengunjungnya ampe ribuan. Bahkan ratus ribuan. Akhirnya gua tau masalahnya apa. Salah satunya adalah, tampilan blog.
Bener. Tampilan blog pengaruh banget biar blog loe rame di kunjungin orang.
Dan akhirnya gua pun ber-metamorfosa menjadi: Koala (tidak) Kumal.
Cekidot....
Bidadari Kecil
Memang mereka punya magnet tersendiri, bisa menarik hati secara kuat untuk menyayangi mereka. Terutama saya. Mereka adalah rezeki yang terindah dalam kehidupan kami. Mereka adalah harta yang paling berharga di kehidupan kami. Mereka adalah segalanya.
Mereka juga yang menjadi pengikat kami agar lebih kuat menjalani bahtera rumah tangga. Menjadi pengikat agar kami lebih dewasa dalam menyikapi kehidupan.
Mereka juga yang menjadi obat untuk kami. Obat kami ketika kami letih, lelah, penat, dsb dalam menjalani kehidupan. Berada di dekat mereka, semua masalah hilang. Semua cobaan terasa enteng.
Aylopyu anak-anakku.
Tuesday, March 1, 2016
Belajar 'Ngomong'
Ngomong /ngo-mong/ n adalah suatu suara vokal dan konsonan yang keluar dari mulut orang (bukan dari selain mulut).
Pengertian 'ngomong' diatas yang sesuai dengan KBbi (Kamus Besar boga ismi1504) mungkin terlalu sulit untuk dicerna dan difahami secara kosakata. Lebih gampanya, ngomong sama dengan bicara; cakap.
Sejatinya, semua manusia bisa bicara. Manusia bisa berbicara, dan bisa difahami oleh manusia lainnya.
Lantas, apa susahnya bicara.
Anak kecil (baca: balita) saja sudah mulai belajar bicara walaupun lafalnya belum benar, ejaannya belum jelas. Tapi point nya adalah anak kecil ada usaha untuk berbicara (walaupun dengan lafal yang belum benar dan ejaan yang belum jelas).
Namun, lucunya, orang yang sudah bukan anak kecil lagi (baca: dewasa) susah banget buat bicara. Susah banget buat ngomong. Ngomong sama orang lain (baca: pasangannya) susahnya minta ampun. Masa iya harus di ajari cara bicara?!! Kayak anak kecil aja.
Lantas, APA SUSAHNYA NGOMONG....