Tuesday, December 22, 2015

Mother Day

Hari ini di socmed rame banget posting poto bersama ibunya masing-masing sebagai memperingati Hari Ibu.
Sejatinya, hari ibu bukan dirayakan setahun sekali. Hari untuk Ibu harusnya dirayakan setiap hari, karena beliau sangatlah mulia. Saking mulianya seorang ibu, Nabi Muhammad SAW menyebutkan 3 kali nama 'ibu' sebelum 'bapak' untuk orang yang harus dihormati/dimuliakan.
Secara nalar, memanglah pengorbanan seorang ibu sangat besar. Besar sekali. Selama 9 bulan mengandung kita di dalam perutnya. Selama 24 bulan menyusui, memberikan ASI untuk anaknya. Selama hayatnya menyayangi (dan tidak pernah lupa untuk mendoakan) anaknya.

...
Kasih Ibu kepada beta
Tak terhingga sepanjang masa
Hanya memberi, tak harap kembali
Bagai sang surya menyinari dunia
...

Happy Mother Day

Monday, November 2, 2015

FTV : Kehidupan Penuh dengan Misteri

Kehidupan ini memang lucu, susah untuk ditebak gimana ending nya. Gak kayak sinetron yang ada di tipi-tipi, baru juga mulai tapi dah ketara ending nya kayak gimana.
Baydewey, gua lulusan salah satu perguruan tinggi swasta yang ada di daerah gua, Serang. PTS itu jurusannya cuma ada satu : Tarbiyah. Gua ambil program studi yang sangat fenomenal, D2 PGSD/MI.
Gua gak tau apa pertimbangan gua masuk ke PTS tersebut. Mungkin jati diri gua waktu itu lagi galau; jadi guru yang ga boleh di tiru. Secara, gua anak biasa yang terbawa arus kehidupan yang ekstrim (tapi tidak se ekstrim kabut asap yang ada di Riau sana).
Gua kan orang yang suka nyeleneh, kadang punya ide yang sangat diluar logika manusia normal. Gua manusia langka. Masa mau jadi guru yang ingin di tiru???
Haaaahhh... Itulah kehidupan. Walaupun dengan segala susah payah berjuang, akhirnya gelar A. Ma. Pd bisa gua sematkan di belakang nama gua. Dan, setelah itu, jati diri gua mulai menjadi sosok guru (yang ga mau di tiru).
Gua jadi guru honorer di salah satu sekolah dasar negeri yang ada di kampung halaman gua. Lucunya lagi, itu sekolahan adalah sekolah dasar gua waktu masih kecil. Guru-gurunya pun masih ada yang jadi guru SD gua waktu dulu. Jadilah gua sebagai ajang istilah 'kacang tidak lupa kulitnya'.

Thursday, October 29, 2015

Friday, October 23, 2015

PERSIB vs PERSIJA = Rival Abadi, Lelucon macam apa ini?


Tulisan ini didekasikan kepada Alm. Rangga Cipta Nugraha salah seorang korban yang menambah deretan 

ribuan orang yang pernah meregang nyawa akibat sepakbola di Indonesia.


Kata “Rival” merupakan kata serapan dari bahasa inggris, dalam kamus Oxford dijelaskan rival is Having the same pretensions or claims; standing in competition for superiority; as, rival lovers; rival claims or pretensions. Dalam konteks bahasa yang lebih ringan rival berati saingan dan lawan. Namun jika rivalitas Persib-Persija dibumbui kata “Abadi” makan sisi kekonyolan lah yang akan didapat.

Kendati persaingan Persib dan Persija dalam sejarahnya tidak panas-panas amat, namun bolehlah kata rival disandingkan untuk menggambarkan hubungan antara Persib dan Persija, sama seperti Persib dan PSM Makassar, atau Persib dan PSMS Medan, atau juga Persib dan Persebaya Surabaya. Karena bagaimanapun juga Persib, Persija, PSMS, Persebaya, dan PSM adalah tim raksasa langganan juara perserikatan.

Di bagian I dijelaskan bahwa dalam kurun waktu 1930-1960an rival terberat Persib adalah Persis Solo dan PSM Makassar. Bagaimana dengan Persija? Di Dekade itu, hubungan anak-anak Bandung dengan Jakarta lebih harmonis dibandingkan dengan tim-tim lain, kondisi ini terjadi Karena kedekatan geografis dan kultur antara Betawi-Sunda. Hubungan ini merembet hingga kepada para pemain. Legenda Persija Jakarta Soetjipto Soentoro bahkan menganggap pemain Persib Max Timisela sebagai saudaranya sendiri, karena kedekatan mereka selama membela timnas dalam tour ke Eropa tahun 1965.

Di awal dijelaskan bahwa bolehlah Persija dimasukan dalam salah satu daftar rival, namun kadar kerivalan itu sendiri sangatlah rendah, jauh dengan persaingan antara Real Madrid dan Barcelona. Kedua tim raksasa spanyol ini selalu silih bersaing dalam persaingan merebut gelar juara, namun kondisi itu bertolak belakang dengan Persib-Persija.

Alasan pertama kenapa rivalitas Persib-Persija tak begitu panas karena sejarah mencatat, selama gelaran kompetisi PSSI digelar sejak tahun 1930, kedua tim belum pernah berhadapan satu sama lain di laga final. Kenapa penulis beragurmen seperti ini, karena berdasarkan penelusuran data, bertemunya kedua klub di babak final biasanya berujung dengan rivalitas yang cukup mendalam. Sebelum tahun 1980an, hubungan Persib-PSMS cenderung lebih harmonis. Namun setelah pertemuan kedua tim di final perserikatan tahun 1983 dan 1985 yang dua-duanya berujung kekalahan bagi Persib, para supporter, pemain dan pengurus Persib amatlah begitu membenci PSMS Medan. Begitupun sebaliknya yang terjadi di final 1990 antara Persebaya kontra Persib. Kekalahan Persebaya 1-2 dari Persib, membuat arek-arek suroboyo begitu membenci barudak Bandung.

Alasan kedua menolak anggapan Persib-Persija adalah “Rival Panas” karena persaingan antara Persija-Persib sangatlah jarang terjadi, di masa-masa kejayaan Persija tahun 1970an, prestasi Persib cenderung turun. Begitupun sebaliknya saat Persib merajai persepakbolaan nasional 1983-1995, Prestasi Persija sangat tenggelam. Jadi tak jarang publik beranggapan match Persib-Persija tak lebih dari laga biasa tim superior melawan tim kurcaci.

Alasan ketiga, biasanya rivalitas panas antara kedua klub dibarengi dengan jumlah pendukung fanatik kedua klub yang angkanya tak berbeda jauh. Contohnya persaingan antara River Plate dan Boca Junior terjadi karena hampir 40 % warga Argentina berpihak kepada River dan 30 % sisanya kepada Boca. Atau “Derby Eternal”Red Star Belgrade-Partizan Belgrade yang membelah Serbia menjadi dua bagian 48% mendukung Red Star dan 30% mendukung Partizan.

Sedangkan untuk Persib-Persija? Jumlah pendukung kedua klub sangatlah timpang. Dapat dibayangkan, saat Persija menjadi juara perserikatan 1979, jumlah pendukung yang mengaraknya keliling ibukota hanya ribuan orang. Bandingkan dengan persib, yang disambut 1,5 Juta orang di Kota Bandung saat juara tahun 1990, atau PSMS Medan yang di sambut 500 ribu orang yang membanjiri lapangan merdeka. Mau tak mau, berat memang harus diakui, kendati Persija merupakan tim besar dan memiliki banyak prestasi, namun Persija belum mampu merebut hati warga DKI Jakarta yang tak hanya terdiri dari etnis betawi saja. Laga kandang atau tandang Persib saat menghadapi Persija tetap sama saja, Biru selalu berhasil mendominasi warna merah yang merupakan warna kebesaran Persija. Kendati begitu, biru dan merah tetap selalu akur.

Sejarah membuktikan bahwa Persib tak begitu memikirkan persaingan dengan Persija. Persib lebih menakuti PSMS Medan, Persebaya atau PSM Makassar. Jika dipikirkan, terkadang hubungan panas antara Bandung-Jakarta nyatanya bukanlah konflik antara kedua klub seperti rivalitas Celtic-Rangers, Barcelona-Real Madrid dan Liverpool-Manchester United yang terkadang enggan menerima pemain bekas rival. Di Persib malah tak malu menggunakan jasa-jasa pemain Persija, Julukan Maung aroma Macan pun kerap ditujukan kepada Persib sepeti yang terjadi di musim lalu, jadi seperti itukah rival abadi?

Rivalitas Persib-Persija bukanlah konflik antara klub, tapi merupakan konflik antara kedua pendukung supporter yang ironisnya menyerempet ke hal SARA Betawi-Sunda. Sadar atau tidak Masalah ini kadang diperpanas dengan media massa yang seolah memancing ikan di air keruh. Sebenarnya tak ada yang special dari Persija, kalau tidak percaya, silahkan coba saja tanyakan mantan pemain Persib atau bobotoh era 80an.

Malah semakin memperkeruh hubungan dengan Persija sehingga semakin menaikan pamor Persija itu sendiri. Biarkanlah pertandingan Persib versus Persija esok menjadi pertandingan klasik tanpa harus dibumbui “Rival Abadi”. Seiring dengan bergulirnya waktu rival-rival baru akan muncul dan rival-rival lama akan tenggelam, seperti diktum yang diucap Lord Palmerston yang sangat terkenal; “Tidak ada kawan yang abadi, tak ada lawan yang abadi, yang ada hanyalah kepentingan abadi,”

Jangan sampai kebencian kepada Persija mengalahkan kecintaan kepada Persib, bagaimanapun juga kebencian adalah keuntungan bagi pihak pihak tertentu. Lebih baik fokus mengejar prestasi. karena bagaimanapun juga benarlah apa yang saya katakan dalam sebuah film take shoot pendek “Tanpa pemain besar, Persib akan tetap besar,,Tanpa dibesarkan Media, Persib akan tetap Besar, Karena itu berilah kami karya yang besar, karya yang besar yaitu HARKOS yang besar…hehehe”.


*Penulis adalah seorang jurnalis muda dan peneliti sejarah sepakbola Indonesia di Pandit Footbal Indonesia yang baru saja menyelesaikan buku pertamanya berjudul “Persib Undercover : Kisah-kisah yang terlupakan,” untuk berdiskusi dapat melalui akun twtter @aqfiazfan.

(Sumber : https://m.facebook.com/notes/bobotoh-persib/persib-vs-persija-rival-abadi-lelucon-macam-apa-ini-bagian-2/103296689876082)

Thursday, October 8, 2015

Princes Raisa

Hadeeeuuuuhhhh... Kalo udah liat2 foto my princes hati ini jadi gimanaaaaa gtu. Perasaan capek, pusing, lelah, penat, dkk jadi hilang. Nafas langsung lega. Hhhhhhhhhhh....

Oia, gambar dibawah adalah anak ane. My Princes. Itu lagi umur sekitar 1 tahunan. Namanya : Raisa Naufalianti Aziza. Dia anak pertama ane, berusia 3 tahun (tgl 6 Oktober 2015). Sejak usia 2,5 tahun, dia menyebut dirinya dengan sebutan teteh. Gak mau di panggil dede lagi.

Sekedar informasi, ane dan anak + bundanya terpisah jarak ribuan kilometer. Dia sama bundanya tinggal di Serang, Banten. Sedangkan ane tinggal di Jekardah, tepatnya di Tj. Priok mencari sebongkah berlian buat ngempanin mereka. Setiap akhir pekan ane mudik ke Serang, so seminggu sekali ame ketemu sama mereka.

Yaaach, namanya juga anak. Walaupun jauh, namun dekat dihati.
Ayah sayang teteh (+ nda nya).

Wednesday, October 7, 2015

Dibalik Suksesnya Seorang Lelaki, Ada Mantan Yang Menyesal

Drama. Kayak pepatah tua aja; "Dibalik Suksesnya Seorang Lelaki, Ada (Mantan) Wanita Yang Menyesal".
1. Sebenarnya kalimat ber-huruf miring diatas bukanlah sebuah pepatah tua yang patut dijadikan pedoman. Hanya sebuah kalimat (khusus saya tujukan) untuk orang (cewe) yang yang pernah ditinggalkan laki-laki biasa. (*yg didalam tanda kurung jangan dibaca)
2. Wanita memang suka kayak gitu, susah banget ditebak. Kadang, dia adalah makhluk yang menjengkelkan. Kadang juga, dia adalah makhluk yang ingin dikasihani. (Mohon maaf, bukan bermaksud untuk mendiskrimasi wanita-pen).
Lalu, apa hubungannya antara dua paragraf diatas?

Tuesday, October 6, 2015

Hutang Kepada Anak-anak

Kita selalu berhutang banyak cinta kepada anak-anak. Tidak jarang, kita memarahi mereka saat kita lelah. Kita membentak mereka padahal mereka belum benar-benar paham kesalahan yang mereka lakukan. Kita membuat mereka menangis karena kita ingin lebih dimengerti dan didengarkan. Tetapi seburuk apapun kita memperlakukan mereka, segalak apapun kita kepada mereka, semarah apapun kita pernah membentak mereka... Mereka akan tetap mendatangi kita dengan senyum kecilnya, menghibur kita dengan tawa kecilnya, menggenggam tangan kita dengan tangan kecilnya... Seolah semuanya baik-baik saja. Seolah tak pernah terjadi apa-apa sebelumnya... Mereka selalu punya banyak cinta untuk kita, meski seringkali kita tak membalas cinta mereka dengan cukup.

Kita selalu berhutang banyak kebahagiaan untuk anak-anak kita. Kita bilang kita bekerja keras demi kebahagiaan mereka, tetapi kenyataannya merekalah yang justru membahagiakan kita dalam lelah di sisa waktu dan tenaga kita. Kita merasa bahwa kita bisa menghibur kesedihan mereka atau menghapus air mata dari pipi-pipi kecil mereka, tetapi sebenarnya kitalah yang selalu mereka bahagiakan... Merekalah yang selalu berhasil membuang kesedihan kita, melapangkan kepenatan kita, menghapus air mata kita.

Kita selalu berhutang banyak waktu tentang anak-anak kita. Dalam 24 jam, berapa lama waktu yang kita miliki untuk berbicara, mendengarkan, memeluk, mendekap, dan bermain dengan mereka? Dari waktu hidup kita bersama mereka, seberapa keras kita bekerja untuk menghadirkan kebahagiaan sesungguhnya di hari-hari mereka, melukis senyum sejati di wajah mungil mereka?

Tentang anak-anak, sesungguhnya merekalah yang selalu lebih dewasa dan bijaksana daripada kita. Merekalah yang selalu mengajari dan membimbing kita menjadi manusia yang lebih baik setiap harinya. Seburuk apapun kita sebagai orangtua, mereka selalu siap kapan saja untuk menjadi anak-anak terbaik yang pernah kita punya.

Kita selalu berhutang kepada anak-anak kita... Anak-anak yang setiap hari menjadi korban dari betapa buruknya cara kita mengelola emosi. Anak-anak yang terbakar residu ketidakbecusan kita saat mencoba menjadi manusia dewasa. Anak-anak yang menanggung konsekuensi dari nasib buruk yang setiap hari kita buat sendiri. Anak-anak yang barangkali masa depannya terkorbankan gara-gara kita tak bisa merancang masa depan kita sendiri.

... Tetapi mereka tetap tersenyum, mereka tetap memberi kita banyak cinta, mereka selalu mencoba membuat kita bahagia.

Maka dekaplah anak-anakmu, tataplah mata mereka dengan kasih sayang dan penyesalan, katakan kepada mereka, "Maafkan untuk hutang-hutang yang belum terbayarkan... Maafkan jika semua hutang ini telah membuat Tuhan tak berkenan. Maafkan karena hanya pemaafan dan kebahagiaan kalianlah yang bisa membuat hidup ayah dan ibu lebih baik dari sebelumnya... Lebih baik dari sebelumnya."

Fahd Pahdepie
Sydney 2015
(http://kisah-renungan.blogspot.co.id)

Monday, October 5, 2015

About Me (Part I)

Wallllaaaaaa....
Perkenalkan ane thawe.
"Thawe? Komedian yg terkenal yg suka bilang prikitiw itu ya?!!"
Bukan, itu Tukul.

Baik, sebelum makin jauh bacaan ini terbaca, perkenalkan ane Ismi. Lengkapnya Ismi Rahmatullah, biasa dipanggil Thawe. Cowok yg lahir 23 Oktober 1986 silam ini adalah bukan orang yg spesial di dunia politik. Apalagi di dunia entertain, sekelas Aliando Syarief pun kalo di tanya pasti gak bakalan kenal.
"Ya iyalah, sape elu. Penting juga kagak".

Yups, banyak orang berkata jujur tentang saya. Saya memang bukan orang penting dimata mereka.

Oke, kembali ke tank-top. Saya adalah anak sulung dari 4 bersaudara. Lahir dari pasangan Tatu Jumiyati dan Johar. Kedua orang tersebut juga sama, bukanlah orang terkenal di kalangan selebritis. Mereka hanya orang biasa. Namun, dari mereka yang notabene adalah orang biasa, dapat melahirkan dan mendidik saya menjadi orang yang luar biasa. (To be continued... Jangan di baca lagi lanjutannya ya!!!)

Tak Kenal maka Kenalan

Testing... Testing...
Cek... 1 2 3...

Oke. Kembali lagi setelah sekian lama ngilang dari khazanah per-blog-an hampir 4 tahun lebih, akhirnya ane kembali muncul menghiasi gadget agan2 sekalian.
Mungkin gak ada yang tahu sama ane (emang gak pernah populer) dan gak ada yang kangen sama ketikan ane (emang gak pernah ngetik apa2), tapi dulu ane pernah ikut meramaikan dunia maya kayak orang2 bikin blog; namanya : www.burusutz.co.cc
Namun, singkat cerita ternyata domain .cc harus di upgrade. Kalo gak di upgrade, maka account akan terhapus/ngilang gitu aja (sorry sok tahu jabarin perihal domain, cuma intinya memang blog ane yg udah pake domain .co.cc ilang gitu aja).
Oke, jangan terlalu panjang untuk masalah perkenalan ini. Toh, ujungnya kayak blog ane yg udah2, gak ada yang baca dan gak ada yg mampir.

Salam,
#OrangSusah

http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html http://www.resepkuekeringku.com/2015/03/resep-kue-cubit-coklat-enak-dan-sederhana.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/10/resep-donat-kentang-empuk-lembut-dan-enak.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/07/resep-es-krim-goreng-coklat-kriuk-mudah-dan-sederhana-dengan-saus-strawberry.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/06/resep-kue-es-krim-goreng-enak-dan-mudah.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/09/resep-bolu-karamel-panggang-sarang-semut-lembut.html