Monday, October 31, 2016

Agenda Reuni Alumni SMAN 1 PAMARAYAN Angkatan 2004

Berawal dari rasa kangen masa-masa sekolah menengah umum dahulu serta canggihnya dunia telekomunikasi sekarang ini, terbentuklah sebuah group di facebook dengan nama ALUMNI SMAN 1 PAMARAYAN ANGKATAN 2004

Dari group tersebut, teman-teman sekolah yang sudah hampir 12 tahun putus komunikasi akhirnya bisa saling sapa (walau hanya di dunia maya). Setelah itu, berlanjut membuat group BBM untuk lebih serius lagi membahas reuni-an.

Hasilnya adalah, hari minggu (30/10) kemarin di Gedung Lama Pamarayan sesuai kesepakatan di group BBM, terbentuklah Panitia Pelaksana Reuni Alumni SMAN 1 PAMARAYAN Angkatan 2004.

So, let's reunion...

Sunday, October 16, 2016

Belajar Bikin Vlog

Yoyoyoyo... Wasap vroh...

Hari minggu gini enaknya ngapain ya??? Hang out bareng mantan? Mojok dibawah pohon toge bareng selingkuhan? Atau pergi makan sama TTM-an?

Yaach, bagi mereka yang sudah punya jam terbang tinggi perihal memanfaatkan waktu weekend nya bareng siapa dan dimana, gak bakan nemu kata-kata pertanyaan kayak di atas.

Kalau gua?

Yach, karena gua masih belum punya jam terbang yang tinggi perihal memanfaatkan waktu weekend, gua cuma belajar bikin vlog kayak orang-orang biar kekinian (katanya) :)

Betewe, kalian dah pada tahu khan tentang vlog? Kalau belum tahu, silahkan kalian bakar menyan dan dupa. Kali aja  kalian bisa menggandakan pengetahuannya. Hihihi...

Langsung aja dech, ini dia vlog perdana gua. Silahkan klik DISINI

Note:
Harap maklum kalo hasilnya tidak sesuai dengan yang kalian harapkan. Maklum, namanya juga masih belajar.

Sunday, August 21, 2016

Sersan dan Bom

Cerita ini terjadi disebuah gedung perkantoran yang sudah dipasangi bom waktu. Seorang sersan yang ditugasi untuk menjinakan bom tersebut dipandu via radio oleh komandannya.

"Kijang satu ke kijang dua. Bagaimana kondisi disana??? - Ganti"

"Saya di depan bom yang akan meledak komandan, mohon instruksi - Ganti"

"Tolong bersihkan dulu area sekitar sersan!"

"Maksudnya di sapu dan di pel dulu gitu komandan??? Mohon instruksi - Ganti"

"Bukaaaaannnn!!! Semprul kamu. Maksudnya, ambil radius beberapa meter dari pusat bom lalu bersihkan area sekitar dari obyek yang membahayakan"

"Siap komandan, laksanakan!!!"

Tak berapa lama :
"Lapor komandan, area sudah dibersihkan. Mohon instruksi - Ganti"

"Oke, sekarang kamu fokus ke bom. Berapa menit yang tersisa sersan?"

"Sekarang menunjukan hitungan mundur 15:00:59 komandan"

"Berarti kamu masih punya waktu 15 menit. Cepat buka bomnya pake obeng"

"Kalo saya buka nanti garansinya hilang dong komandan. Mohon instruksi - Ganti"

"SEMPRUL KAMU!!! Emang barang elektronik, ada garansinya. Cepat bongkar!!!"

"Siap, komandan"

"Bom sudah terbuka komandan, sekarang ada banyak kabel. Mohon instruksi - Ganti"

"Sekarang potong kabel yang terdekat"

"Siap, laksana...." *preeeettt

Tiba-tiba komunikasi terputus. Kondisi markas heboh dan komandan pun marah-marah sambil memaki-maki kebodohan si sersan.

"Itu prajurit dari mana sih? Bodoh kok diabisin sendiri. Saya suruh dia potong kabel yang ada di bom itu, bukan kabel headset yang nempel di badan dia"

Lalu, segera operator yang ada di markas mengaktifkan komunikasi cadangan. Begitu nyala, terdengar suara: "Kemana... Kemana... Kemana...". Ternyata lagunya Ayu Tingting.

*selengkapnya silahkan baca DISINI

Wednesday, August 17, 2016

Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan 1437 H

Sebenarnya ini adalah draft yang lupa di posting waktu masih bulan puasa kemaren. Daripada draft ini numpuk ga karuan di folder draft, yaa udah, di posting juga.
Cuma, jadinya ga matching banget ya. Di posting pas tanggal 17 (Agustus)-an, isinya ucapan selamat menunaikan ibadah puasa.
Tak apalah.

***

Assalamu'alaikum, apa kabar pembaca? Berjumpa kembali dengan kami rombongan wayang yang tidak pernah libur yang berniat untuk menghibur walau ceritanya agak sedikit ngawur.

"Bentar.... Bentar.... Kenapa jadi formal begini. Perasaan blog ini gak kayak gitu dech!"

Oke, ralat.

Kembali lagi bersama gua, ismi1504. Kalian pasti sudah pada tahu khan siapa gua? Kalo yang belum tahu, silahkan liat di tipi. Gua selalu tayang di RTCI setiap petang di acara sinetron Anak Gangan. Yups, itulah gua. Pasti pada gak tahu khan.

Baiklah, kita lewati salam jumpa dan salam kenalnya. Kita ganti dengan salam tempel.

Berhubung suasananya masih suasana religi (hari ke 5 di bulan Ramadhan 1437 H), dari dalam hati gua yang paling dalam ingin mengucapkan : "SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA"

Bagi yang tidak sedang menunaikan, harap hargai bagi kami yang sedang menunaikan agar kami khusu' menjalankan ibadah ini dengan sempurna.

Oke, sekian dulu dari gua. Sorry gak bisa nulis banyak-banyak. Toh sama aja, gua nulis panjang-panjang juga gak bakalan ada yang baca. Yang penting spirit of writing.

Wassalam.

Buah kopi buah cempedak, tamat euy.

#latepost

Saturday, August 13, 2016

Ebook: B_iSMi_LLAH

Kalo kemaren gua nyoba bikin vidio tutorial yang udah gua aplod di youtube dan share disini, kali ini gua nyoba bikin ebook.

Berawal dari nemu aplikasi gretongan yang ada di PlayStore, gua nyoba lagi sebagai salah satu sarana menulis gua, yang gak tau mau nulis apaan.

Langsung saja, capppcusss...

::: BUKA DISINI :::

Friday, August 12, 2016

Video Tutorial Game: Dream League Soccer 2016

Wasssaaaap brooooohhh...

Kali ini gua mo nyoba bikin vidio tutorial. Bukan tutorial gimana caranya pake hijab. Bukan pula tutorial gimana caranya pake sarung. Belom nyampe ke sono (jadiin next project aja lah...)

Video tutorial gua yang pertama (mudah-mudahan terus konsisten bikin video tutorial) adalah tentang game; Dream League Soccer 2016 atau dls2016

Di video ini, gua kasih tahu tentang apa itu dls2016? Gimana cara maininnya? Mainnya pake kuota (game online) atau ga? Etc deh pokoknya. Daripada gua banyak nulis yang ga jelas dibaca apa enggak nya, mending langsung aja kalian tonton videonya.

Berikut adalah link nya : TONTON DISINI

Wednesday, June 15, 2016

Rujuk

Seorang suami menyesal telah menyeraikan istrinya. Karena dia menyesal, akhirnya dia berniat untuk rujuk. Segera saja ia menelpon sang istri.

Suami: "Sayang, maafkan aku. Aku telah salah menyeraikan kamu. Aku mau kita rujuk"

Istri: "Apa? Rujuk?"

Suami: "Iya, sayang"

Istri: "Di dekatmu ada gelas?"

Suami: "Gelas? (clingukan nyari gelas) Tidak ada sayang. Untuk apa?"

Istri: "Kalau begitu pergi ke dapur dan cepat ambil sekarang juga!"

Suami: "Baiklah, akan aku lakukan untukmu sayangku. Tunggu sebentar ya..."

Lalu...
Suami: "Sudah sayang, sekarang ada gelas di dekatku"

Istri: "Sekarang, lemparkan gelas itu ke lantai"

Suami: "Waduh, jangan dong sayang. Tapi, baiklah. Tuh aku lempar"

Istri: "Sekarang kembalikan gelas itu seperti semula. Gak mungkin khan gelas yang sudah pecah dapat dikembalikan seperti semula? Begitu juga dengan hatiku"

Suami: "Bhahahaha... Gelasnya gak pecah sayang. Orang yang aku lempar tadi gelas plastik"

Istri: "Iiiiiiiiiiiiiiiiiiiihhh... Ya udah, abis shalat tarawih cepetan jemput aku"

Suami: "Hehehehe..."

NB: cerita diatas hanya hiburan semata. Mungkin terlalu baper akibat perut keroncongan di bulan puasa. Selamat rujuk, eh, menunaikan ibadah puasa.

Wednesday, April 20, 2016

Perawan Rasa Janda

Link berikut bukanlah link untuk masuk ke situs cerita dewasa. Bukan juga link untuk masuk ke situs download video 'ehm-ehm'
Just share dari tetangga sebelah, perihal betapa pentingnya menjaga keperawanan. Let's read.

Silahkan klik <a href="http://www.hipwee.com/daripembaca/konsekuensi-yang-akan-kamu-hadapi-ketika-memutuskan-melepas-keperawanan-sebelum-menikah/?utm_medium=Social.html">DISINI</a>

Wednesday, March 16, 2016

Cemburunya Sang Mantan

Kemaren gua posting tentang anak gua yang baru lahir di awal bulan Februari 2016 kemaren (kalo yang belum baca silahkan baca disini dan disini atau disini), terus abis itu gua posting juga vidio dubsmash bareng anak pertama gua yang ada di yutub (kalo belum liat silahkan cek dimari), abis itu 'mantan' gua ngambek.

"Cieee yang udah punya anak, fotonya di posting semua di blog. Terus, aku kapan?!!", batin si mantan.

Akhirnya, gua luluh juga. Ya udah berikut gua posting mantan gua (ikut narsis biar eksis katanya).




*** dia memang tidak cantik, tapi dia sempurna dimata gua. Sempurnanya dia adalah dia dapat melengkapi kekurangan-kekurangan yang ada pada diri gua. Begitupun sebaliknya, kami saling melengkapi.

Teknik Audit (Prof. Purwanto)

Bagi kita yang sudah bekerja (baik di instansi pemerintah maupun instansi swasta) kegiatan audit adalah kegiatan yang rutin dilakukan di tempat kerja kita. Maksimal setahun dua kali. Audit tersebut dapat dilakukan oleh internal instansi (Audit Internal) atau dari badan sertifikasi (Audit Eksternal). Kegiatan audit yang dilakukan oleh internal (Audit Internal) biasanya auditor (orang yang melakukan audit) diambil dari masing-masing department instansi tersebut.

Nah, berikut saya kasih bahan untuk dijadikan referensi bagi kalian yang 'ditunjuk' untuk jadi auditor di instansi kalian. Bahan inipun saya dapet dari halaman sebelah, jadi hanya bantu share (saya juga masih belajar jadi seorang audit). Walaupun begitu, Insya Allah  bahan materi tersebut tidak sedikitpun saya ubah, masih sesuai dengan aslinya (milik asli Prof. Purwanto).

***

Audit dilakukan untuk mengontrol alur proses kerja yang sudah ada di instansi tersebut. Bukan mencari 'borok' suatu pekerjaan, tapi lebih ke mengarahkan kembali ke alur proses kerja yang sudah disepakati. Bingung khan?!! Saya juga bingung maksudnya kemana.

Oke, kita bikin contoh kasus sederhana (CMIIW*) :

"Setiap hari Si Udin pergi ke sekolah dari rumah melalui Jln. Ir. Soekarno menggunakan sepeda"

Penjelasannya adalah (CWIIW*) :
Kegiatan Si Udin diatas adalah suatu proses kerja; pergi ke sekolah.
Tujuan pekerjaannya adalah : sekolahan.
Penunjang pekerjaannya adalah : sepeda
Alur proses kerjanya adalah : melalui Jln. Ir. Soekarno

Maka, tugas seorang audit (auditor) adalah : memastikan bahwa Si Udin pergi ke sekolah menggunakan sepeda melalui Jln. Ir. Soekarno. Auditor memastikan bahwa yang digunakan Si Udin untuk berangkat ke sekolah setiap hari adalah benar sepeda, tidak menggunakan sepeda motor, mobil, atau nebeng ke teman. Auditor juga memastikan bahwa Si Udin pergi ke sekolah menggunakan sepeda melalui Jln. Ir. Soekarno, tidak melalui jalan lain, gang sempit, atau jalan tikus.
Apabila menemukan hal tersebut (menggunakan sepeda motor, mobil, nebeng ke teman, atau melalui jalan lain, gang sempit, atau jalan tikus) istilahnya adalah Temuan atau Ketidaksesuaian. Temuan/Ketidaksesuaian itu yang nantinya akan diluruskan kembali oleh seorang auditor.

Kurang lebih seperti itu, mohon diluruskan apabila penjelasan saya salah. (*CMIIW : Correct Me If I'm Wrong)

Langsung saja, berikut link nya :

=== DOWNLOAD ===



Tuesday, March 15, 2016

Putih Abu-Abu (Part III)

Postingan kali ini adalah lanjutan dari postingan yang sebelumnya, Putih Abu - Abu (Part II). Udah pada baca khan?!! Kalo belum, silahkan baca disini

***

Tahun kedua di N1PAM, gua bertemu dengan teman baru. Perbedaan banyak terjadi setelah setahun bersama teman-teman di Salim. Di kelas Watoe (Dua Satu) gua mulai banyak mengalami perubahan. Baik dari sisi luar gua, maupun dari sisi dalam gua. Mungkin itu semua dipengaruhi oleh perubahan hormon yang ada di dalam tubuh sehingga menghasilkan gejala-gejala pendewasaan diri.

"Itu tadi penjelasan apaan ya?", sisi gua yang satu nanya.
"Waah, makanya kalo sekolah tuh belajar. Jangan makanin kapur tulis mulu".

* pelajaran ngeles nomor 31

Kembali ke tannnnkkkk....top!!!
Di Watoe, gua mulai aktif ikut kegiatan ekskul di sekolah. Pada tahun itu (sekarang gak tau) ekskul di sekolahan gua cuma ada dua. Pramuka dan PMR. Gua ikut Pramuka, karena banyak dari kelas watoe yang ikut ekskul tersebut.

Dari Pramuka, ternyata gua menemukan banyak hal-hal baru yang membuat banyak perubahan kecil pada diri gua. Dulu waktu di Salim gua udah mengenal banyak kenakalan remaja level awal, di watoe hal tersebut gua buang. Di salim gua tau asap rokok, di watoe gua stop. Di salim gua tahu 'cinta', di watoe gua tahu jomblo. Karena memang, satu tahun di watoe gua jadi jombloers.

Oke, sekarang kita ganti topik. Dari topik awal yang gak jelas maksud tulisannya apaan, menjadi topik savalas...

*** kayaknya otak gua udah mulai hang, gua udahin dulu nulisnya. Nunggu otak kiri gua fresh lagi (pelajaran ngeles nomor 15, padahal udah gak sabar pengen boker)

Monday, March 14, 2016

Fanpage

Cita-cita seseorang akan terlaksana dengan baik apabila ada kemauan untuk memulainya, walaupun dimulai dengan langkah kecil.

Itu yang saya mulai tentang blog ini. Dengan tujuan saya untuk nge-blog seperti yang sekarang ini saya lakoni, saya coba memulai langkah kecil untuk para pembaca blog saya. Yaitu, memberi kenyamanan dan kemudahan akses dari segala bentuk media online untuk dapat menikmati blog ini. Walaupun (saya yakin seperti yang sudah-sudah), blog ini bakal sepi pengunjung.

Berikut saya kasih link fanpage B_iSMi_LLAH :

::: SILAHKAN KLIK DISINI :::


Cekidooooootttt....

Karena Nama Adalah Do'a

Prakata :
Oke, jadi gini. Sebenarnya ini adalah tulisan yang harus di posting awal Februari 2016 lalu. Tapi karena ada kesalahan pada gadget gua akhirnya postingan ini hanya jadi draft doang (sekedar info, kalo selama ini gua ngelola blog ini hanya bermodalkan gadget Sony Xperia C3 sama koneksi internet yang-kadang-minta-thatering-gratisan). Gua bingung, antara gua yang pandai pake phone secara pintar (smartphone) atau gua lagi nyombong yaa...

***

Alhamdulillah, puji syukur kehadirat Allah SWT atas berkah, rahmah, dan hidayah-Nya saya masih bisa diberi kesempatan untuk menjaga amanat-Nya yang paling berharga. Untuk menjaga titipan-Nya yang paling mulia. Untuk mendidik amanat dan titipan tersebut agar menjadi manusia yang berbakti, berguna, dan berbudi luhur.

Hari senin pagi di awal bulan Februari telah lahir bidadari kecil di tengah keluarga kami. Bidadari itu saya beri nama: Riani Mutia Azzahra

Arti dari nama tersebut adalah;
Riani = ceria
Mutia = taat
Azzahra = suci

Jadi, secara bahasa artinya adalah anak ceria, taat, dan suci. Namun secara istilah, artinya adalah:
Semoga menjadi anak perempuan yang selalu ceria, taat (pada perintah kedua orangtua dan perintah agama), serta suci.

Amiin, yaa rabbal alamin.

Thursday, March 10, 2016

Putih Abu-Abu (Part II)

Kata orang, kisah yang paling indah adalah kisah kasih di sekolah. Tepatnya ketika kita berseragam putih abu-abu. Katanya lagi, masa-masa ketika berseragam putih abu-abu adalah masa untuk penjajakan jati diri kita. Mau kemana dan seperti apa kelak, di masa putih abu-abu lah hal tersebut dimulai.

Memang begitu adanya, gua pun sependapat dengan tulisan di atas.
"Yaa iya lah, itu kan tulisan loe sendiri. Masa iya loe ragu sama buah pemikiran loe sendiri", sisi gua satunya ikutan ngomong. Gak tau sisi sebelah mana.

Oke, kita kembali ke pokok bahasan. Oh iya, sedikit bocoran perihal pokok bahasan tulisan ini biar kalian gak borring bacanya. Tulisan ini akan ngebahas perihal cerita gua waktu gua masih berseragam putih abu-abu di SMA Negeri 1 PAMARAYAN. Angkatan gua nyebutnya SMA N1PAM. Tapi, sekarang-sekarang sebutannya udah beda. Ada yang nyebut SMAPA, ada juga yang nyebut SMANSA. Tapi walaupun banyak nama, kita tetap satu almamater; SMA N 1 Pamarayan.

Waktu itu, sekolahan gua termasuk sekolahan tingkat SMA baru di daerah gua. Kelasnya pun masih numpang di sekolahan orang. Angkatan pertama, kedua, dan ketiga, tidak banyak masing-masing kelas lokalnya. Paling banyak tiga lokal setiap masing-masing angkatan. Murid dalam satu lokal nya pun kurang lebih 20 orang. Pas angkatan gua, baru deh mulai banyak. Lumayan banyak siswa siswinya. Ampe lima lokal dalam satu angkatan. Gua kebagian di kelas 1 lokal 5 atau Kelas Salim alias Satu Lima.

Kelas gua, muridnya lumayan banyak. Kurang lebih 45 orang. Campuran dari berbagai suku, ras, dan bahasa. Ada yang dari suku rorombeheun, suku kapalan, suku cantengan, dan suku kasura. Ras nya pun gak kalah seru, ada yang dari ras a yang dulu pernah hilang ampe dari ras ain loe. Belum lagi dari sisi bahasa murid-murid yang ada di Kelas Salim. Ada yang berbahasa tubuh, bahasa kalbu, dan bahasa binatang.

"Banyak cerita yang mestinya kau saksikan, sayang engkau tak duduk di sampingku kawan..." Nyanyi dulu sambil ngelamun (jorok) biar dapet ide.

Setahun kami menimba ilmu di kelas salim. Kayak lirik lagunya Asep Irama yang berjudul Bergadang 4 diatas, banyak cerita yang kami lalui. Seperti umumnya anak remaja usia muda kelas satu SMA, kisah dan ceritanya gak jauh dari masalah cinta, pertemanan, kenakalan remaja level awal, dan sikap selalu ingin tahu.

Gua, juga sama. Sama seperti hal nya orang-orang yang waktu itu masih duduk di bangku SMA kelas 1. Setahun di kelas salim, gua akhirnya tahu kalo asep rokok gak ada rasanya tapi tetep aja di isep. Setahun di kelas salim, gua akhirnya tahu kalau berantem (lebih tepatnya: digebukin) itu sakit banget rasanya. Setahun di kelas salim, gua juga baru tahu kalau wanita lagi dapet 'tamu bulanan' itu marahnya bisa ampe nyakar-nyakar tembok kayak kucing baru bangun tidur.

Tapi, itu lah asiknya remaja. Semua di lewatin hanya dengan senyum tawa dan canda. Gak pake mikir besok masih bisa makan apa enggak. Gak pake mikir biaya sehari-hari anak bini. Gak pake mikir kayak gua sekarang, mikir gimana lanjutin cerita ini kayak apaan dan gimana ending nya.

Tahun berikutnya, SMAPA tambah banyak lagi muridnya. Adik kelas gua aja ampe 6 lokal. Tahun ke dua di SMA N1PAM, gua kebagian di kelas 2 lokal 1. Kami menyebutnya Kelas Watoe alias Kelas Dua Satu. Di kelas ini banyak banget perubahan suasananya. Kalau setahun di Salim ketemu sama orang-orang dari berbagai suku, ras, dan bahasa, di Watoe banyak banget perubahannya. Semua murid di acak di masing-masing kelas.

*** cerita nya bersambung dulu ya. Gua udah mulai gak konek nyari cerita selanjutnya. Gua buru-buru nih, mo war dulu. Maklum, COCkers

Wednesday, March 9, 2016

Keagungan Tuhan

Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu Akbar.

Hari ini, kita telah menjadi saksi salah satu keagungan Tuhan Yang Esa, Allah SWT. Terjadi sebuah fenomena alam yang sangat luar biasa yang terjadi 33 tahun sekali. Gerhana Matahari Total.

Gerhana matahari terjadi karena bulan berada tepat/sejajar antara bumi dan matahari, sehingga cahaya matahari terhalang oleh bulan.

Postingan ini tidak mengulas secara lengkap ihwal gerhana matahari tersebut. Hanya sebagai pengingat bahwa kita adalah hamba-Nya yang tidak ada hal dan patut kita sombongkan.

Semoga, dengan terjadinya fenomena tersebut dapat menambah keimanan dan ketakwaan kita kepada Sang Pencipta, Allah SWT.

** tulisan di atas termotivasi atas postingan salah satu teman facebook saya

Monday, March 7, 2016

Permainan (yang mungkin) Sudah Punah

Sekarang ini, permainan sungguh banyak banget pilihannya. Tinggal cari, klik, dan jadian. Mulai dari game yang online, ampe game yang offline, tinggal pilih di pl**store. Yang penting, modalnya adalah: harus punya gadget.

Bagi yang gak punya gadget pun, bisa. Bisa ikutan gila. Gila game. Caranya, tinggal jadi babi ngepet biar dapet uang banyak, terus uangnya buat pake sewa warnet. Di warnet, tinggal pilih game online sesuai selera. Pokoknya buannyyyaaaakkkk...

* * *

Bagi kita yang lahir (mungkin) dibelakang tahun 2000an, permainan kayak gitu (game online/offline yang ada di gadget atau warnet) belum ada. Paling jago maen tetris di gameboy. Itu pun dapet minjem dari temen. Abis gitu, tampilan layarnya udah rada-rada buyar karena baterai nya udah mulai lowbet.

Tapi, jauh sebelum itu, sebenarnya kita yang lahir (mungkin) dibelakang tahun 2000an, permainan buat anak-anak buaannnyyyakkk banget. Gak harus punya gadget. Gak harus juga sewa warnet. Modalnya, cuma kuat. Kuat cape.

Seperti gambar dibawah, temen gua nge-post di efbi perihal macam-macam permainan. Permainan tersebut gak bakalan ada di pl**store. Tapi, permainan tersebut sangat eksis bagi kita yang lahir (mungkin) dibelakang tahun 2000an. Eksis abis.

Dari sekian banyak permainan yang pernah kita mainkan pada masa jayanya, permainan pavorit (maklum, ga bisa ngomong ef) apa yang kalian pengen mainin lagi sama teman-teman sepermainan?

Thursday, March 3, 2016

Koala (tidak) Kumal

Rasanya pasti senang banget kalau apa yang kita kerjakan selesai sudah. Apalagi dengan hasil yang memuaskan, walaupun hasil memuaskan tersebut menurut versi diri sendiri. Tapi, memang begitulah rasanya.
Ibarat perut yang sudah mules banget pengen boker terus lari-lari nyari WC. Pas ketemu WC dan air nya gak ada, rasanya nyesek banget. Dan kalau dikehidupan itu disebut rintangan. Hidup gak sesuai dengan ekspektasi. Tapi pas ketemu sama WC yang udah ready nunggu di bokerin oleh kita, seperti itulah rasanya kerja selesai dengan hasil muaskan.

Pluuuung.... Not plooooong.

Ini lagi ngomongin rasanya mules pengen boker atau ngomongin apa sih???

Ini lagi ngomongin blog gua yang berubah tampilan. Ibarat kepompong, blog gua sekarang sudah berubah jadi kupu-kupu. Terus kupu-kupu nya terbang, ninggalin blog ini sendiri. Sepi lagi deh gak ada yang mampir. Jumlah pengunjungnya aja gak naek-naek, masih di angka 300an mulu. Itupun karena gua yang suka bolak balik buka blog gua sendiri.

Tapi, dibalik sepinya blog gua, gua banyak belajar. Kenapa blog gua pengunjungnya sepi banget??? Gak kayak blog nya orang-orang, total pengunjungnya ampe ribuan. Bahkan ratus ribuan. Akhirnya gua tau masalahnya apa. Salah satunya adalah, tampilan blog.

Bener.  Tampilan blog pengaruh banget biar blog loe rame di kunjungin orang.

Dan akhirnya gua pun ber-metamorfosa menjadi: Koala (tidak) Kumal.

Cekidot....

Bidadari Kecil

Memang mereka punya magnet tersendiri, bisa menarik hati secara kuat untuk menyayangi mereka. Terutama saya. Mereka adalah rezeki yang terindah dalam kehidupan kami. Mereka adalah harta yang paling berharga di kehidupan kami. Mereka adalah segalanya.

Mereka juga yang menjadi pengikat kami agar lebih kuat menjalani bahtera rumah tangga. Menjadi pengikat agar kami lebih dewasa dalam menyikapi kehidupan.

Mereka juga yang menjadi obat untuk kami. Obat kami ketika kami letih, lelah, penat, dsb dalam menjalani kehidupan. Berada di dekat mereka, semua masalah hilang. Semua cobaan terasa enteng.

Aylopyu anak-anakku.

Tuesday, March 1, 2016

Belajar 'Ngomong'

Ngomong /ngo-mong/ n adalah suatu suara vokal dan konsonan yang keluar dari mulut orang (bukan dari selain mulut).

Pengertian 'ngomong' diatas yang sesuai dengan KBbi (Kamus Besar boga ismi1504) mungkin terlalu sulit untuk dicerna dan difahami secara kosakata. Lebih gampanya, ngomong sama dengan bicara; cakap.

Sejatinya, semua manusia bisa bicara. Manusia bisa berbicara, dan bisa difahami oleh manusia lainnya.

Lantas, apa susahnya bicara.

Anak kecil (baca: balita) saja sudah mulai belajar bicara walaupun lafalnya belum benar, ejaannya belum jelas. Tapi point nya adalah anak kecil ada usaha untuk berbicara (walaupun dengan lafal yang belum benar dan ejaan yang belum jelas).

Namun, lucunya, orang yang sudah bukan anak kecil lagi (baca: dewasa) susah banget buat bicara. Susah banget buat ngomong. Ngomong sama orang lain (baca: pasangannya) susahnya minta ampun. Masa iya harus di ajari cara bicara?!! Kayak anak kecil aja.

Lantas, APA SUSAHNYA NGOMONG....

Monday, February 29, 2016

Putih Abu-Abu

Sebenarnya, gua bingung apa yang mau gua bahas. Apakah kisah serunya sekolah berseragam pituh abu-abu? Atau ngebahas kelucuan, kekonyolan, kegokilan, bahkan keedanan gua waktu sekolah berseragam putih abu-abu? Entahlah, dengan tujuan yang gak jelas ini jari-jari lentik gua terus saja menekan papan keyword di smartphone gua.

Yups, memang sulit di pungkiri bahwa kisah masa remaja kita (kayaknya) begitu indah semasa masih berseragam putih abu-abu. Beda ketika kita masih berseragam putih biru. Apalagi putih merah. Gak seru. Gak asyik. Dan gak semanis ketika kita berseragam putih abu-abu.

Ngebahas apa sih loe ismi?!!

Oke kita lanjut, makan gorengannya. Sambil makan gorengan, kita lanjutkan lagi ngebahas tema putih abu-abu nya.

Saturday, February 27, 2016

Maafkan Aku, Sayang...

“Assalaamu’alaikum…!” Ucapnya lirih saat memasuki rumah. Tak ada orang yang menjawab salamnya. Ia tahu istri dan anak-anaknya pasti sudah tidur.
"Biar malaikat yang menjawab salamku,” begitu pikirnya.

Melewati ruang tamu yang temaram, dia menuju ruang kerjanya. Diletakkannya tas, ponsel dan kunci-kunci di meja kerja. Setelah itu, barulah ia menuju kamar mandi untuk membersihkan diri dan berganti pakaian.

Sejauh ini, tidak ada satu orang pun anggota keluarga yang terbangun. Rupanya semua tertidur pulas. Segera ia beranjak menuju kamar tidur. Pelan-pelan dibukanya pintu kamar, ia tidak ingin mengganggu tidur istrinya. Benar saja istrinya tidak terbangun, tidak menyadari kehadirannya.

Kemudian Amin duduk di pinggir tempat tidur. Dipandanginya dalam-dalam wajah Aminah, istrinya. Amin segera teringat perkataan almarhum kakeknya, dulu sebelum dia menikah.

Kakeknya mengatakan, jika kamu sudah menikah nanti, jangan berharap kamu punya istri yang sama persis dengan maumu. Karena kamu pun juga tidak sama persis dengan maunya. Jangan pula berharap mempunyai istri yang punya karakter sama seperti dirimu. Karena suami istri adalah dua orang yang berbeda. Bukan untuk disamakan tapi untuk saling melengkapi. Jika suatu saat ada yang tidak berkenan di hatimu, atau kamu merasa jengkel, marah, dan perasaan tidak enak yang lainnya, maka lihatlah ketika istrimu tidur….

“Kenapa Kek, kok waktu dia tidur?” tanya Amin kala itu.
“Nanti kamu akan tahu sendiri,” jawab kakeknya singkat.

Waktu itu, Amin tidak sepenuhnya memahami maksud kakeknya, tapi ia tidak bertanya lebih lanjut, karena kakeknya sudah mengisyaratkan untuk membuktikannya sendiri.

Malam ini, ia baru mulai memahaminya. Malam ini, ia menatap wajah istrinya lekat-lekat. Semakin lama dipandangi wajah istrinya, semakin membuncah perasaan di dadanya. Wajah polos istrinya saat tidur benar-benar membuatnya terkesima. Raut muka tanpa polesan, tanpa ekspresi, tanpa kepura-puraan, tanpa dibuat-buat. Pancaran tulus dari kalbu. Memandanginya menyeruakkan berbagai macam perasaan. Ada rasa sayang, cinta, kasihan, haru, penuh harap dan entah perasaan apa lagi yang tidak bisa ia gambarkan dengan kata-kata.

Dalam batin, dia bergumam, “Wahai istriku, engkau dulu seorang gadis yang leluasa beraktivitas, banyak hal yang bisa kau perbuat dengan kemampuanmu. Aku yang menjadikanmu seorang istri. Menambahkan kewajiban yang tidak sedikit. Memberikanmu banyak batasan, mengaturmu dengan banyak aturan. Dan aku pula yang menjadikanmu seorang ibu. Menimpakan tanggung jawab yang tidak ringan. Mengambil hampir semua waktumu untuk aku dan anak-anakku. Wahai istriku, engkau yang dulu bisa melenggang kemanapun tanpa beban, aku yang memberikan beban di tanganmu, dipundakmu, untuk mengurus keperluanku, guna merawat anak-anakku, juga memelihara rumahku."
"Kau relakan waktu dan tenagamu melayaniku dan menyiapkan keperluanku. Kau ikhlaskan rahimmu untuk mengandung anak-anakku, kau tanggalkan segala atributmu untuk menjadi pengasuh anak-anakku, kau buang egomu untuk menaatiku, kau campakkan perasaanmu untuk mematuhiku."
"Wahai istriku, di kala susah, kau setia mendampingiku. Ketika sulit, kau tegar di sampingku. Saat sedih, kau pelipur laraku. Dalam lesu, kau penyemangat jiwaku. Bila gundah, kau penyejuk hatiku. Kala bimbang, kau penguat tekadku. Jika lupa, kau yang mengingatkanku. Ketika salah, kau yang menasehatiku."
"Wahai istriku, telah sekian lama engkau mendampingiku, kehadiranmu membuatku menjadi sempurna sebagai laki-laki. Lalu, atas dasar apa aku harus kecewa padamu? Dengan alasan apa aku perlu marah padamu? Andai kau punya kesalahan atau kekurangan, semuanya itu tidak cukup bagiku untuk membuatmu menitikkan airmata."
"Akulah yang harus membimbingmu. Aku adalah imammu, jika kau melakukan kesalahan, akulah yang harus dipersalahkan karena tidak mampu mengarahkanmu. Jika ada kekurangan pada dirimu, itu bukanlah hal yang perlu dijadikan masalah. Karena kau insan, bukan malaikat."
"Maafkan aku istriku, kaupun akan kumaafkan jika punya kesalahan. Mari kita bersama-sama untuk membawa bahtera rumah tangga ini hingga berlabuh di pantai nan indah, dengan hamparan keridhoan Allah azza wa jalla. Segala puji hanya untuk Allah azza wa jalla yang telah memberikanmu sebagai jodohku.”

Tanpa terasa air mata Amin menetes deras di kedua pipinya. Dadanya terasa sesak menahan isak tangis. Segera ia berbaring di sisi istrinya pelan-pelan. Tak lama kemudian ia pun terlelap.

***

Jam dinding di ruang tengah berdentang dua kali. Aminah, istri Amin, terperanjat.
“Astaghfirullaah, sudah jam dua?”

Dilihatnya sang suami telah pulas di sampingnya. Pelan-pelan ia duduk, sambil memandangi wajah sang suami yang tampak kelelahan.

“Kasihan suamiku, aku tidak tahu kedatangannya. Hari ini aku benar-benar capek, sampai-sampai nggak mendengar apa-apa. Sudah makan apa belum ya dia?” gumamnya dalam hati.

Mau dibangunkan nggak tega, akhirnya cuma dipandangi saja. Semakin lama dipandang, semakin terasa getar di dadanya. Perasaan yang campur aduk, tak bisa diungkapkan dengan kata-kata, hanya hatinya yang bicara.

“Wahai suamiku, aku telah memilihmu untuk menjadi imamku. Aku telah yakin bahwa engkaulah yang terbaik untuk menjadi bapak dari anak-anakku. Begitu besar harapan kusandarkan padamu. Begitu banyak tanggungjawab kupikulkan di pundakmu."
“Wahai suamiku, ketika aku sendiri kau datang menghampiriku. Saat aku lemah, kau ulurkan tanganmu menuntunku. Dalam duka, kau sediakan dadamu untuk merengkuhku. Dengan segala kemampuanmu, kau selalu ingin melindungiku."
“Wahai suamiku, tidak kenal lelah kau berusaha membahagiakanku. Tidak kenal waktu kau tuntaskan tugasmu. Sulit dan beratnya mencari nafkah yang halal tidak menyurutkan langkahmu. Bahkan sering kau lupa memperhatikan dirimu sendiri, demi aku dan anak-anak."
“Lalu, atas dasar apa aku tidak berterimakasih padamu, dengan alasan apa aku tidak berbakti padamu? Seberapapun materi yang kau berikan, itu hasil perjuanganmu, buah dari jihadmu. Jika kau belum sepandai da’i dalam menasehatiku, tapi kesungguhanmu beramal shaleh membanggakanku. Tekadmu untuk mengajakku dan anak-anak istiqomah di jalan Allah azza wa jalla serta membahagiakanku."
“Maafkan aku wahai suamiku, akupun akan memaafkan kesalahanmu. Alhamdulillah, segala puji hanya milik Allah azza wa jalla yang telah mengirimmu menjadi imamku. Aku akan taat padamu untuk mentaati Allah azza wa jalla. Aku akan patuh kepadamu untuk menjemput ridho-Nya.”

Rabbana hablana min azwajina wa dzurriyatina qurrota’ayun waj’alna lil muttaqina imama.

[Artikel ini disadur dari grup WA Mu’amalah Syar’iyyah dengan beberapa perubahan]

Friday, February 26, 2016

Teman Satu Kontrakan

Selama gue kerja di Jakarta, gue ngontrak gak jauh dari kantor gue. Dan untuk meringankan biaya hidup di kota perantauan, gue ngontrak bareng sama temen kantor gue. Bukan temen kerja. Bukan juga temen maen. Apalagi temen tidur. Hiiiiii.... Jadi takut. Apalagi sekarang lagi banyak syndrom LGBT. Astagfirullah.

Temen gue ini (kalo menurut pengamatan gue, otaknya belum selesai -baru jadi setengah-) dan hebohnya minta ampun. Kayaknya waktu dia kecil, dia gak di sekolahin di TK. Atau gak pernah mainin bongkar pasang. Mungkin dia pernah maen bongkar pasang. Bongkarnya bisa, pasangnya lagi berantakan.

Gimana enggak coba, masa untuk orang seumuran bangkotan kayak gitu masih belum bisa naro barang pada tempatnya. Naro barang asal clek aja. Terus numpuk-numpukin barang gak karuan.

Lucunya lagi, dia takut banget sama tikus. Lebih tepatnya curut. Hadeuuuhhhh.... Gak cowok banget dech. Masa takut sama curut. Yaa... Paling enggak takut sama kecoa terbang kek.

Yang bikin parah lagi, temen gue (selain otaknya belum selesai dan takut sama curut) kalo lagi iseng di kamar dia suka nyanyi-nyanyi sendiri gitu. Ini yang paling parah. Parah banget. Setelah dia stel lagu yang ada di laptopnya, dia mulai bergumam ngikutin irama lagu.

Hhhmmmmm.... Hhhhmmmm... Hmmmm... Hhhhmmmmmmm.... Hhhmmmmmmmmmmmmm... (mungkin maksudnya : oooh tuhan, untuk kali ini saja beri aku kesempatan).

Suara gumamannya, fals banget. Gak sedikitpun mirip kayak suaranya Iwan Fals. Kalo dah bosen bergumam-ria-dengan-suara-fals-nya, dia mulai nyanyi ngikutin irama lagu. Dengan suara fals juga tentunya. Dan yang bikin tambah kesel, dia kalo dah mulai bosen nyanyi dengan bergumam dan nyanyi-nyanyi gak jelas, dia ganti dengan siulan. Fals juga.

Gak ada yang betul sama temen kontrakan gue. Sepertinya, dia harus segera di body repair.

_Bekasi, dimalam yang dingin ditemani siulan burung ciblek yang gak jelas.

Tokoh dan Peran Asmuni

Seorang pemuda desa yang sama seperti gua, menjadi perantau di kota orang dan sebagai kuli di perusahaan orang. Kami satu tempat kerjaan. Masuk kerjanya duluan dia, so dia adalah senior gua. Orangnya baik hati dan tidak sombong. Dan juga pintar. Tapi hanya otak kanannya aja. Makanya dia jago banget kalo disuruh ngapalin sesuatu. Tapi enggak dengan otak kirinya. Makanya dia gak jago dalam berkreativitas.

Karena kepandaiannya dalam menghafal, dia jago banget berbahasa korea. Mungkin yang jadi motivasi dia untuk belajar bahasa korea adalah JKT48. Dia nge-fans banget. Yang bikin kagumnya adalah, dia gak pernah sama sekali kursus bahasa korea. Hanya bermodalkan kamus Indonesia-Korea dan lagu-lagu dari Psy, JKT48, dan artis korea lainnya dia jadi jago banget dalam berbahasa korea. Ejaannya, pelafalannya, intonasinya, dan dialek nya pun udah mahir banget.

Ckckckckck... Suara cicek nemenin gua bikin tulisan ini.

Thursday, February 25, 2016

Nulis apa ya?!!

Nah, ini dia yang selalu bikin gue bingung. Kalo otak kiri gue lagi on fire, biasanya jari-jari manis gue gatel pengen ketak-ketik tulisan. Biar kayak orang-orang. Kekinian. Kayak Raditya Dika, dia nulis pengalaman pribadinya waktu kuliah di Adelaide kedalam blog. Atau kayak komika jebolan StandUp Comedy, Fico. Atau gak Ernest. Mereka nulis materi lawakannya dan lalu di share di blog masing-masing.

Jujur, gue suka banget baca. Apalagi baca tulisannya mereka (Radit, Fico, Ernest) suka bikin gue pengen ikutan nulis. Toh, yang mereka tulis juga gak jauh-jauh amat dari perjalanan hidupnya dia masing-masing. Berbekal cita-cita kecil gue (waktu itu), pengen nulis dan bisa di share di blog, akhirnya gue belajar nge-blog. Walaupun template blog gue belum secantik tampilan template-nya punya mereka (Radit, Fico, Ernest), tapi gue dah mulai merangkak maju menggapai cita-cita (waktu itu) gue.

Gue akhirnya nulis beberapa kata yang tersusun rapi membentuk beberapa kalimat dan dikumpulkan menjadi sebuah paragraf.
Alhasil, tulisan gue.... Ancuuuuur!!!

Gue baca ulang, tulisannya rapi banget kayak pembukaan UUD 1945. Isinya, ngalor ngidul kayak mie goreng dingin, gak jelas pangkal dan ujungnya. Persis kayak tulisan yang sekarang gue tulis, ancur banget khan?!!

Gue mau nulis apa ya??? Masa gak ada bahan yang bisa gua tulis. Ya udah, nulisnya entar aja dech. Nunggu otak kiri gue on fire lagi. Nunggu bahan yang enak buat gua tulis.

Saturday, January 30, 2016

Astagfirullah

Astagfirullah Astagfirullah al adzim. Semalem, mendekati ke pagi, gue mimpi nylekit banget ke perasaan gue. Mungkin efek tidur yg ke keblukan yang seharusnya udah bangun buat shalat subuh, atau memang mimpinya kesiangan. Atau mungkin, aaaahhh sudahlaaahhh... Pagi-pagi jadi galau gara-gara tuh mimpi. Serius, gue galau. Bahkan pas lagi tulisan inipun, gue galau. Bukan galau sih, tepatnya gelisah. Geli-geli basah keingetan mimpi tersebut. Bahkan, sekarang gua malah udah kayak dukun atau paranormal gitu. Coba nebak-nebak arti dari mimpi itu. Astagfirullah al adzim.

http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html http://www.resepkuekeringku.com/2015/03/resep-kue-cubit-coklat-enak-dan-sederhana.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/10/resep-donat-kentang-empuk-lembut-dan-enak.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/07/resep-es-krim-goreng-coklat-kriuk-mudah-dan-sederhana-dengan-saus-strawberry.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/06/resep-kue-es-krim-goreng-enak-dan-mudah.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/09/resep-bolu-karamel-panggang-sarang-semut-lembut.html