Kehidupan ini memang lucu, susah untuk ditebak gimana ending nya. Gak kayak sinetron yang ada di tipi-tipi, baru juga mulai tapi dah ketara ending nya kayak gimana.
Baydewey, gua lulusan salah satu perguruan tinggi swasta yang ada di daerah gua, Serang. PTS itu jurusannya cuma ada satu : Tarbiyah. Gua ambil program studi yang sangat fenomenal, D2 PGSD/MI.
Gua gak tau apa pertimbangan gua masuk ke PTS tersebut. Mungkin jati diri gua waktu itu lagi galau; jadi guru yang ga boleh di tiru. Secara, gua anak biasa yang terbawa arus kehidupan yang ekstrim (tapi tidak se ekstrim kabut asap yang ada di Riau sana).
Gua kan orang yang suka nyeleneh, kadang punya ide yang sangat diluar logika manusia normal. Gua manusia langka. Masa mau jadi guru yang ingin di tiru???
Haaaahhh... Itulah kehidupan. Walaupun dengan segala susah payah berjuang, akhirnya gelar A. Ma. Pd bisa gua sematkan di belakang nama gua. Dan, setelah itu, jati diri gua mulai menjadi sosok guru (yang ga mau di tiru).
Gua jadi guru honorer di salah satu sekolah dasar negeri yang ada di kampung halaman gua. Lucunya lagi, itu sekolahan adalah sekolah dasar gua waktu masih kecil. Guru-gurunya pun masih ada yang jadi guru SD gua waktu dulu. Jadilah gua sebagai ajang istilah 'kacang tidak lupa kulitnya'.
0 komentar:
Post a Comment
Silahkan ngerumpi disini. Tapi ingat, No Rasis, No Sex, dan No SARA.